VISI | Lepaskan
Maka tidak perlu tergesa-gesa menjadi hakim. Tidak perlu sibuk menunggu orang lain menuai. Uruslah apa yang menjadi bagian kita. Tanam yang baik. Jaga hati. Lakukan ikhtiar. Kemudian lepaskan. Biarkan Tuhan menyelesaikan apa yang tidak mampu kita selesaikan. Sementara kita kembali ke tempat kita masing-masing. Guru kembali ke kelas. Orang tua kembali kepada keluarga. Masyarakat kembali kepada kehidupannya. Dan kita semua kembali menjadi manusia yang berusaha menjaga negeri ini dengan cara yang kita mampu. Sebab negeri yang sedang gaduh tidak membutuhkan lebih banyak manusia yang ikut berteriak. Negeri ini membutuhkan manusia yang jernih pikirannya, lembut hatinya, kuat ikhtiarnya, dan dalam tawakalnya. Lepaskan. Bukan karena kita kalah. Tetapi karena kita percaya: ada Tuhan yang jauh lebih mampu mengurus apa yang tidak mampu kita kendalikan.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!