VISI | Lepaskan
Melepaskan juga berarti mengembalikan sesuatu kepada tempat yang semestinya. Kekuasaan dikembalikan kepada amanah. Masalah dikembalikan kepada ikhtiar. Hasil dikembalikan kepada Tuhan. Kegagalan dikembalikan menjadi pelajaran. Kekecewaan dikembalikan menjadi kedewasaan. Dan hati yang berat dikembalikan kepada Allah. Inilah yang mungkin kita perlukan ketika seluruh kata terasa tidak cukup untuk menjelaskan keadaan. Ketika argumen sudah terlalu panjang. Ketika perdebatan tidak lagi menghasilkan solusi. Ketika kita sudah melakukan apa yang kita mampu. Saat itulah kita berkata: "Ya Allah, saya sudah berusaha. Selebihnya saya serahkan kepada-Mu."
Namun menyerahkan kepada Allah bukan berarti berhenti bergerak. Justru orang yang mampu melepaskan biasanya menjadi lebih stabil. Ia tidak mudah dipancing. Tidak mudah terseret emosi. Tidak mudah mengambil keputusan karena kemarahan. Ia mampu melihat persoalan dari jarak yang lebih sehat. Bagi guru, kestabilan itu sangat penting. Sebab kelas membutuhkan guru yang tenang. Peserta didik membutuhkan orang dewasa yang mampu menjadi tempat berpijak ketika dunia di luar terasa tidak menentu. Jika guru ikut panik, siapa yang menenangkan? Jika guru ikut marah, siapa yang mengajarkan pengendalian diri? Jika guru ikut menyebarkan kegaduhan, siapa yang menjadi filter bagi peserta didik? Maka membenahi negeri tidak selalu harus dimulai dari ruang kekuasaan. Bisa dimulai dari ruang kelas. Dari cara guru berbicara. Dari cara guru menerima perbedaan. Dari cara guru mengelola emosi. Dari cara guru mengajarkan peserta didik berpikir kritis tanpa membenci.
Mungkin kita memang tidak mampu mengubah semuanya. Tetapi kita selalu memiliki pilihan untuk mengubah respons kita terhadap keadaan. Kita tidak dapat mengendalikan semua keputusan pemimpin. Tetapi kita dapat mengendalikan cara kita meresponsnya. Kita tidak dapat menghentikan semua berita. Tetapi kita dapat memilih mana yang perlu kita konsumsi. Kita tidak dapat memaksa semua orang berpikir seperti kita. Tetapi kita dapat belajar menghormati perbedaan. Kita tidak dapat mengetahui seluruh masa depan. Tetapi kita dapat memperbaiki hari ini. Dan ketika sesuatu benar-benar berada di luar kuasa kita, lepaskan dan serahkan kepada Allah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!