Abdul Azis Sefudin Tekankan Solidaritas untuk Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman
PN
Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat III, Abdul Azis Sefudin, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Sarampad, Kabupaten Cianjur, Selasa (15/9/2026)./visi.newws/ist.
VISI.NEWS - Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat III, Abdul Azis Sefudin, mengajak masyarakat memperkuat solidaritas dan gotong royong sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Kang Azis saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Sarampad, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, keberagaman suku, agama, budaya, maupun latar belakang sosial merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Perbedaan, kata dia, tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi modal untuk memperkuat kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Keberagaman adalah kenyataan yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia. Karena itu, yang harus kita bangun adalah solidaritas. Kita boleh berbeda, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah. Justru dengan perbedaan itu kita harus saling menguatkan,” ujar Kang Azis.
Ia menilai solidaritas dapat diwujudkan melalui sikap saling menghargai, membantu, dan peduli terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak sebatas dipahami secara teori.
Kang Azis juga mendorong masyarakat Desa Sarampad untuk terus menjaga semangat gotong royong, toleransi, musyawarah, dan hubungan baik antarsesama warga.
“Persatuan itu harus dimulai dari lingkungan kita sendiri. Dari keluarga, lingkungan masyarakat, sampai kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalau solidaritas dan gotong royong terus kita jaga, insyaallah keberagaman akan menjadi kekuatan bagi bangsa kita,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Kang Azis turut mengingatkan kembali masyarakat mengenai empat nilai dasar kehidupan berbangsa yang menjadi materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ia berharap nilai-nilai Empat Pilar MPR RI semakin dipahami dan diterapkan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, menjaga persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga negara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Sarampad berlangsung dengan antusias. Masyarakat yang hadir juga berkesempatan berdiskusi serta menyampaikan berbagai pandangan mengenai persoalan sosial yang dihadapi di lingkungan mereka.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran mengenai pentingnya persatuan, toleransi, solidaritas, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Kang Azis saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Sarampad, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, keberagaman suku, agama, budaya, maupun latar belakang sosial merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Perbedaan, kata dia, tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi modal untuk memperkuat kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Keberagaman adalah kenyataan yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia. Karena itu, yang harus kita bangun adalah solidaritas. Kita boleh berbeda, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah. Justru dengan perbedaan itu kita harus saling menguatkan,” ujar Kang Azis.
Ia menilai solidaritas dapat diwujudkan melalui sikap saling menghargai, membantu, dan peduli terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak sebatas dipahami secara teori.
Kang Azis juga mendorong masyarakat Desa Sarampad untuk terus menjaga semangat gotong royong, toleransi, musyawarah, dan hubungan baik antarsesama warga.
“Persatuan itu harus dimulai dari lingkungan kita sendiri. Dari keluarga, lingkungan masyarakat, sampai kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalau solidaritas dan gotong royong terus kita jaga, insyaallah keberagaman akan menjadi kekuatan bagi bangsa kita,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Kang Azis turut mengingatkan kembali masyarakat mengenai empat nilai dasar kehidupan berbangsa yang menjadi materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ia berharap nilai-nilai Empat Pilar MPR RI semakin dipahami dan diterapkan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, menjaga persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga negara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Sarampad berlangsung dengan antusias. Masyarakat yang hadir juga berkesempatan berdiskusi serta menyampaikan berbagai pandangan mengenai persoalan sosial yang dihadapi di lingkungan mereka.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran mengenai pentingnya persatuan, toleransi, solidaritas, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!