VISI | Ketika Tangan Ditangkap

Desi Rossilawati
Rabu, 16 September 2026 | 12:59 WIB
Bagikan
VISI | Ketika Tangan Ditangkap

Oleh: Prof. Ganjar Kurnia

Di suatu malam, sebuah tangan ditangkap. Tangan itu tampak kebingungan.

“Saya hanya menjalankan perintah,” katanya.

“Perintah siapa?”

Tangan menunjuk ke lengan. Lengan menunjuk ke bahu. Bahu menunjuk ke kepala. Kepala segera menggeleng dan menyatakan tidak mengenal bagian-bagian tubuhnya sendiri.

Demikianlah anatomi birokrasi bekerja. Ketika menerima uang, seluruh anggota badan merupakan satu kesatuan. Namun, ketika petugas datang, tubuh mendadak menganut otonomi daerah. Tangan kanan tidak mengenal tangan kiri. Mata tidak pernah melihat. Telinga hanya mendengar desas-desus. Mulut sedang menjalankan ibadah diam. Adapun hati telah lama dipindahtugaskan ke tempat yang tidak diketahui alamatnya.

Di atas meja, amplop cokelat menggigil. Ia bersumpah bahwa dirinya hanyalah alat tulis kantor. Ia tidak tahu mengapa tubuhnya tiba-tiba menjadi gemuk. Barangkali karena terlalu banyak makan angin, atau salah mengonsumsi vitamin proyek.

Ketika dibuka, beberapa lembar uang rupiah dan valuta asing melompat keluar. Selembar pecahan seratus ribu menangis tersedu-sedu.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.