VISI | Ketika Tangan Ditangkap
Di tempat lain, para sahabatnya mengadakan rapat darurat. Mereka sepakat bahwa kejadian tersebut merupakan musibah, cobaan, fitnah, kriminalisasi, atau kesalahpahaman. Tak seorang pun menyebut keserakahan karena kata itu dianggap tidak sopan di lingkungan terhormat.
Sementara itu, proyek tetap berjalan. Jalan yang belum dibangun sudah diresmikan. Jembatan yang belum selesai telah diberi nama. Anggaran yang hilang dicatat sebagai perjalanan dinas menuju masa depan. Auditor datang membawa penggaris, tetapi angka-angka telah berubah menjadi belut dan menyelinap di antara pasal-pasal.
OTT pun selesai. Tangan yang tertangkap dibawa pergi. Akan tetapi, di banyak ruangan, tangan-tangan lain segera belajar memakai sarung tangan. Mereka berlatih menerima tanpa menyentuh, memberi tanpa terlihat, dan mengangguk tanpa menggerakkan kepala.
Dari berbagai kejadian itu, kita memahami satu pelajaran penting: yang paling menakutkan bukanlah tangan yang tertangkap, melainkan tangan-tangan yang tetap bebas karena telah pandai mencuci dirinya sebelum sabun sempat bertanya dari mana datangnya noda.
150926
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!