BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026

VISI | Jumhur Hidayat

ED
Selasa, 28 April 2026 | 07:39 WIB
Bagikan
VISI | Jumhur Hidayat

Sebagai mantan kepala BNP2TKI, ia pernah mencoba menggeser isu buruh migran dari sekadar remitansi menjadi soal martabat warga negara. Sebagai pemimpin serikat pekerja, ia membawa narasi buruh melampaui isu upah minimum. Dan kini di sektor lingkungan hidup, muncul pertanyaan baru: mungkinkah ia membawa perspektif keadilan ekologis yang bertemu dengan keadilan sosial?

Pertanyaan itu penting.

Sebab isu lingkungan hari ini bukan sekadar soal hutan, karbon, atau emisi. Ia juga soal petani yang tergusur, nelayan yang kehilangan ruang hidup, buruh tambang, masyarakat adat.

Pendek kata: isu rakyat.

Dan itu wilayah yang sejak lama akrab bagi Jumhur.

Ada yang menarik bila membaca biografinya lebih jauh.

Ia lahir dari keluarga mapan, tetapi justru memilih jalan berliku kaum pergerakan. Sahabat lamanya, Fadjroel Rachman, pernah menyebut Jumhur sebagai orang yang “punya privilese tapi memilih membantu orang lain.” Kalimat sederhana, tapi cukup menjelaskan paradoks personalnya.

Bahkan cerita tentang ia membawa jarum dan benang di koper untuk menjahit sendiri bajunya yang robek—detail kecil yang nyaris sepele—sering dipakai kolega untuk menggambarkan watak asketiknya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.