Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi

Desi Rossilawati
Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:30 WIB
Bagikan
Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi

Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (B.J. Habibie)./visi.news/medium.

VISI.NEWS - Sejarah mencatat keputusan berat Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (B.J. Habibie), yang harus menghentikan proyek pesawat N250, sebuah program strategis yang menjadi simbol ambisinya dalam membangun industri dirgantara nasional.

Keputusan tersebut diambil ketika Indonesia menghadapi krisis moneter 1997-1998 yang menyebabkan kondisi perekonomian nasional berada dalam tekanan besar. Proyek N250 yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun menjadi salah satu program yang terdampak akibat kebijakan penyesuaian ekonomi saat itu.

Bagi Habibie, pesawat N250 bukan sekadar proyek industri. Pesawat tersebut merupakan hasil perjuangan panjangnya di bidang teknologi dirgantara sekaligus simbol keinginan untuk membawa Indonesia menjadi negara industri berbasis teknologi tinggi.

Habibie ingin membuktikan bahwa Indonesia mampu mengembangkan dan menguasai teknologi penerbangan secara mandiri.

Krisis Moneter Hentikan Dukungan Proyek Dirgantara

N250 mencatat sejarah ketika berhasil melakukan penerbangan perdana pada 10 November 1995. Namun, keberhasilan tersebut tidak berlangsung lama karena Indonesia kemudian menghadapi krisis moneter terburuk pada 1997-1998.

Saat itu, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan tajam, sektor perbankan mengalami tekanan, dan kondisi keuangan negara berada dalam situasi sulit.

Untuk memperoleh bantuan internasional dalam menghadapi krisis, pemerintah Indonesia menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan International Monetary Fund (IMF) pada awal 1998. Salah satu konsekuensi dari kesepakatan tersebut adalah penghentian dukungan dana negara terhadap sejumlah proyek strategis, termasuk program pengembangan pesawat N250.

Akibat kebijakan tersebut, proyek-proyek yang membutuhkan pendanaan besar kehilangan dukungan, termasuk N250 yang saat itu masih dalam tahap pengembangan lanjutan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.