Unpad Kembangkan Desa Tangguh Bencana Berbasis Tanaman Aren di Desa Cipelah
Ketua Pelaksana PPK Ormawa IAAS LC Unpad, Maritza Khansa (tengah), dosen pembina UKM IAAS Unpad, Vira Kusma Dewi (kanan), dan anggota tim pelaksana, Ibnu Zaidan Akbar (kiri) pada Podcast VisitalK di Redaksi VISI.NEWS, Selasa (1/9/2026)./visi.news/ist.
Tim juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung dalam penyusunan standar operasional prosedur (SOP) mitigasi bencana dan sosialisasi kepada masyarakat.
Pelatihan kepada warga dilakukan secara bertahap karena sebagian masyarakat memiliki aktivitas mengumpulkan dan mengolah nira aren. Tim kemudian memprioritaskan pelatihan kepada Lembaga Jaga Aren agar pengetahuan tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat lainnya.
Selain sistem EWS, tim juga mendorong adanya titik kumpul dan jalur evakuasi. Penentuan lokasi tersebut melibatkan masyarakat dan pemerintah desa karena warga setempat lebih memahami kondisi medan dan lingkungan Desa Cipelah.
Aren Jadi Bagian dari Upaya Pemulihan Lingkungan
Program tersebut dilatarbelakangi kondisi populasi aren di wilayah tersebut yang disebut mengalami penurunan sekitar 50 persen dibandingkan beberapa dekade sebelumnya. Karena itu, penanaman kembali menjadi salah satu bagian penting dalam program.
Maritza mengatakan upaya tersebut diharapkan dapat mengembalikan keberadaan tanaman aren sekaligus menjaga manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.
Program juga memperkenalkan varietas aren genjah yang memiliki masa panen lebih cepat, sekitar enam hingga delapan tahun. Dengan pengelolaan yang baik, hasil aren diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi yang memiliki pasar lebih luas.
Dalam jangka panjang, keberadaan aren diharapkan dapat membentuk ekosistem berbasis aren di Desa Cipelah. Pengembangan tersebut juga berpotensi dikombinasikan dengan kegiatan edukasi dan wisata berbasis lingkungan.
Dosen Pembimbing, Vira Kusuma Dewi menekankan pentingnya pemilihan tanaman yang sesuai dengan kondisi ekosistem dan kearifan lokal masyarakat. Menurutnya, tanaman yang telah dikenal dan dimanfaatkan warga akan lebih mudah dikembangkan sebagai bagian dari program pemberdayaan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!