Unpad Kembangkan Desa Tangguh Bencana Berbasis Tanaman Aren di Desa Cipelah

Desi Rossilawati
Jumat, 4 September 2026 | 10:38 WIB
Bagikan
Unpad Kembangkan Desa Tangguh Bencana Berbasis Tanaman Aren di Desa Cipelah

Ketua Pelaksana PPK Ormawa IAAS LC Unpad, Maritza Khansa (tengah), dosen pembina UKM IAAS Unpad, Vira Kusma Dewi (kanan), dan anggota tim pelaksana, Ibnu Zaidan Akbar (kiri) pada Podcast VisitalK di Redaksi VISI.NEWS, Selasa (1/9/2026)./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Universitas Padjadjaran (Unpad) mengembangkan model desa tangguh bencana berbasis tanaman aren di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Program tersebut mengintegrasikan konservasi tanaman aren, sistem peringatan dini atau early warning system (EWS), serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pelaksana PPK Ormawa IAAS LC Unpad, Maritza Khansa, bersama dosen pembina UKM IAAS Unpad, Vira Kusma Dewi, dan anggota tim pelaksana, Ibnu Zaidan Akbar, melalui Podcast VisitalK di Redaksi VISI.NEWS, Selasa (1/9/2026).

Program tersebut mengintegrasikan konservasi aren, sistem peringatan dini atau early warning system (EWS), serta penguatan ekonomi masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular.

Program tersebut dijalankan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang melibatkan UKM IAAS LC Unpad. Desa Cipelah dipilih karena memiliki potensi kebencanaan, khususnya tanah longsor, sekaligus memiliki tanaman aren yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.

Ketua pelaksana PPK Ormawa IAAS LC Unpad, Maritza Khansa, mengatakan Desa Cipelah menjadi salah satu lokasi yang memiliki pengalaman terkait bencana longsor. Dalam kurun sekitar 10 tahun terakhir, sejumlah kejadian longsor tercatat terjadi di wilayah tersebut, termasuk peristiwa pada 2017 yang menyebabkan empat orang meninggal dunia.

Menurut Maritza, tanaman aren dipilih karena sudah menjadi bagian dari lingkungan dan kehidupan masyarakat Desa Cipelah. Selain memiliki nilai ekonomi, akar tanaman aren dinilai dapat membantu menahan kondisi tanah di wilayah yang memiliki potensi longsor.

“Model Desa Tangguh Bencana Berbasis Aren Mengintegrasikan Baik Konservasi Aren itu Sendiri, kemudian integrasi dengan alat early warning system, dan juga budaya sirkular di Desa Cipelah,” kata Maritza.

Menurut Maritza, Desa Cipelah memiliki kondisi yang berkaitan dengan potensi bencana longsor. Dalam kurun 10 tahun terakhir, sejumlah kejadian longsor terjadi di wilayah tersebut, termasuk pada 2017 yang menyebabkan empat orang meninggal dunia.

Di sisi lain, tanaman aren menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat Desa Cipelah. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk menggabungkan potensi tanaman lokal dengan upaya konservasi dan mitigasi bencana.

Maritza mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak desa, populasi aren di Desa Cipelah mengalami penurunan sekitar 50 persen dibandingkan kondisi puluhan tahun sebelumnya.

“Kalau misalkan setelah kita lihat dan juga diskusi bersama sekretaris desa gitu, didapatkan informasi bahwa sebenarnya puluhan tahun lalu tuh sebenarnya aren tuh sangat kaya gitu Teh di desa ini sendiri. Tapi makin ke sini itu populasinya berkurang sejumlah 50% dari populasi awalnya, seperti itu,” ucapnya.

Program PPK Ormawa tersebut merupakan bagian dari kegiatan penguatan kapasitas organisasi mahasiswa yang dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Saat ini terdapat sekitar 226 kelompok atau tim yang menjalankan program tersebut dengan berbagai fokus.

Untuk program di Desa Cipelah, tim mengusung subtema Desa Konservasi dan Tangguh Bencana. Pelaksanaan program dilakukan dengan melibatkan perangkat desa serta sejumlah kelompok masyarakat sebagai sasaran kegiatan.

Kelompok yang terlibat antara lain KWT Mawar Bodas dan Rosella yang bergerak dalam produksi gula aren, Kampung Siaga Bencana, Karang Taruna, serta Lembaga Jaga Aren yang diproyeksikan menjadi lembaga keberlanjutan setelah program berakhir.

Empat Sensor Sistem Peringatan Dini

Selain melakukan konservasi tanaman, mahasiswa mengembangkan sistem peringatan dini bencana yang disesuaikan dengan kondisi Desa Cipelah. Sistem tersebut menggunakan empat jenis sensor, yakni:

Anggota tim pelaksana, Ibnu Zaidan Akbar, menjelaskan data dari sensor akan diproses melalui sistem untuk menentukan kondisi berdasarkan ambang batas yang telah ditetapkan. Ketika kondisi memenuhi kriteria tertentu, sistem dapat memberikan peringatan melalui sirene di lapangan.

Data tersebut juga dikirimkan ke pusat yang berada di kantor desa dan terhubung dengan situs web. Sistem kemudian dapat mengirimkan pemberitahuan kepada telepon seluler warga.

“Jadi dari sini dibalikin ke yang di lapangan untuk menyalakan sirene, sama sekaligus itu tuh ditarik ke website. Jadi websitenya itu sendiri kalau misalnya udah tahu status kebencanaannya apa, itu langsung mengirimkan notifikasi ke HP warga,” kaya Ibnu.

Saat ini, sistem peringatan dini tersebut masih menggunakan aplikasi berbasis web dengan notifikasi pop-up. Pengembangan berikutnya diharapkan dapat memberikan peringatan yang lebih langsung kepada warga, termasuk melalui alarm atau getaran pada telepon.

Sirene yang terpasang juga masih terintegrasi dengan perangkat utama dan memiliki suara yang cukup keras sehingga diharapkan dapat terdengar hingga ke rumah warga.

Fokus Penanaman di Dusun 2

Pada tahap pelaksanaan tahun ini, tim memfokuskan kegiatan di Dusun 2 Desa Cipelah yang dinilai membutuhkan perhatian dalam aspek mitigasi bencana dan konservasi tanaman aren.

Penanaman dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lahan dan kontur. Selain aren, tim juga menanam kopi dan vetiver untuk mendukung upaya konservasi pada wilayah dengan kemiringan tertentu.

Target penanaman yang ditetapkan meliputi sekitar 200 tanaman aren, 100 tanaman kopi, serta tanaman vetiver. Hingga pelaksanaan kegiatan, sekitar 120 tanaman aren telah ditanam. Penanaman belum mencapai target karena terkendala kondisi musim kemarau.

Tim berharap curah hujan pada awal September dapat mendukung proses penanaman sehingga target 200 tanaman aren dapat tercapai.

Kegiatan penanaman melibatkan masyarakat mulai dari survei lahan, persetujuan pemilik lahan hingga proses penanaman. Dalam pelaksanaannya, jumlah warga yang terlibat dalam penanaman lebih banyak dibandingkan mahasiswa.

Aren Dikembangkan dengan Konsep Ekonomi Sirkular

Pengembangan aren di Desa Cipelah tidak hanya diarahkan untuk konservasi, tetapi juga untuk mendukung perekonomian masyarakat. Tim memperkenalkan konsep ekonomi sirkular yang menggabungkan aspek lingkungan, mitigasi bencana dan pemberdayaan masyarakat.

Konsep tersebut dituangkan dalam tiga pilar utama:

  1. Pilar Lestari, melalui konservasi dan penanaman aren, kopi serta vetiver yang disesuaikan dengan kontur lahan.

  2. Pilar Siaga, melalui penguatan kesiapsiagaan bencana, pemasangan EWS serta pelatihan bersama BPBD.

  3. Pilar Berdaya, melalui penguatan kelembagaan masyarakat melalui Lembaga Jaga Aren, pemantauan tanaman, pengelolaan EWS dan pengembangan produk.

Tanaman aren juga diperkenalkan sebagai tanaman yang dapat dimanfaatkan secara menyeluruh. Akar berfungsi dalam upaya konservasi tanah, sementara batang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan infrastruktur. Ijuk dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, sedangkan bagian lainnya dapat diolah menjadi produk seperti gula aren dan kolang-kaling.

Tim juga membangun sebuah paviliun sebagai bentuk demonstrasi pemanfaatan tanaman aren sebagai material bangunan.

Sebelumnya, masyarakat lebih banyak mengenal aren melalui produk seperti gula dan kolang-kaling. Melalui program tersebut, warga diperkenalkan bahwa aren juga dapat dibudidayakan dan memiliki berbagai manfaat lain.

Tim juga memberikan pelatihan kepada kelompok masyarakat untuk melakukan diversifikasi produk olahan aren. Di antaranya dengan mengembangkan gula semut dan gula kubus.

Lembaga Jaga Aren untuk Keberlanjutan

Lembaga Jaga Aren disiapkan sebagai bagian dari keberlanjutan program setelah kegiatan PPK Ormawa selesai. Lembaga tersebut diharapkan dapat menjalankan sejumlah fungsi, mulai dari konservasi, pengelolaan tanaman, pemantauan EWS hingga pengembangan produk aren.

Tim juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung dalam penyusunan standar operasional prosedur (SOP) mitigasi bencana dan sosialisasi kepada masyarakat.

Pelatihan kepada warga dilakukan secara bertahap karena sebagian masyarakat memiliki aktivitas mengumpulkan dan mengolah nira aren. Tim kemudian memprioritaskan pelatihan kepada Lembaga Jaga Aren agar pengetahuan tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat lainnya.

Selain sistem EWS, tim juga mendorong adanya titik kumpul dan jalur evakuasi. Penentuan lokasi tersebut melibatkan masyarakat dan pemerintah desa karena warga setempat lebih memahami kondisi medan dan lingkungan Desa Cipelah.

Aren Jadi Bagian dari Upaya Pemulihan Lingkungan

Program tersebut dilatarbelakangi kondisi populasi aren di wilayah tersebut yang disebut mengalami penurunan sekitar 50 persen dibandingkan beberapa dekade sebelumnya. Karena itu, penanaman kembali menjadi salah satu bagian penting dalam program.

Maritza mengatakan upaya tersebut diharapkan dapat mengembalikan keberadaan tanaman aren sekaligus menjaga manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.

Program juga memperkenalkan varietas aren genjah yang memiliki masa panen lebih cepat, sekitar enam hingga delapan tahun. Dengan pengelolaan yang baik, hasil aren diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi yang memiliki pasar lebih luas.

Dalam jangka panjang, keberadaan aren diharapkan dapat membentuk ekosistem berbasis aren di Desa Cipelah. Pengembangan tersebut juga berpotensi dikombinasikan dengan kegiatan edukasi dan wisata berbasis lingkungan.

Dosen Pembimbing, Vira Kusuma Dewi menekankan pentingnya pemilihan tanaman yang sesuai dengan kondisi ekosistem dan kearifan lokal masyarakat. Menurutnya, tanaman yang telah dikenal dan dimanfaatkan warga akan lebih mudah dikembangkan sebagai bagian dari program pemberdayaan.

Program PPK Ormawa di Desa Cipelah juga menjadi kelanjutan dari keterlibatan Unpad di wilayah tersebut. Unpad telah melakukan kegiatan bersama masyarakat Desa Cipelah sejak 2019 melalui kegiatan mahasiswa, termasuk pengembangan kawasan Curug Tilu.

Melalui program yang berlangsung saat ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana, tetapi juga menjadi fasilitator yang bekerja bersama masyarakat dalam menentukan kebutuhan dan bentuk kegiatan.

Dalam lima tahun ke depan, Maritza berharap tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dan menghasilkan, masyarakat mampu mengelola EWS secara mandiri, SOP dapat dijalankan, serta pelatihan kesiapsiagaan dapat dilakukan secara berkala.

“Untuk harapannya sebenarnya pengin untuk warganya ini benar-benar beradaptasi dan juga mandiri gitu untuk baik dari tadi mengelola aren itu sendiri, kemudian memanajemen dari alat early warning itu sendiri, bahkan lebih mengenal terkait website-website yang diupayakan menjadi dasar gitu untuk fondasi mereka untuk mengenal lebih jauh terkait mitigasi bencana,” harapanya.

Maritza juga berharap hasil olahan aren dapat dipasarkan lebih luas sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada tengkulak.

“Dan juga harapannya dari aren tuh entah itu dibudidayakan oleh mereka, itu juga bisa dipanen dan juga tidak hanya nantinya hasil olahannya diberikan kepada tengkulak, tapi mereka bisa secara mandiri menyebarluaskan ke luar Desa Cipelah,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan pesan terkait upaya mengembalikan populasi aren di Desa Cipelah.

“Menjawabnya kalau misalkan seperti itu memang ya berdampingan ya. Mungkin musangnya juga ikut nanam bibit aren, kitanya juga ikut nanam bibit aren di lereng. Jadi bisalah Bapak, Ibu kita berdampingan dengan musang itu untuk sama-sama menanam aren untuk lebih apa ya, mengembalikan vegetasi aren itu untuk hidup kembali di Desa Cipelah gitu,” kaya Maritza.

“ Mengembalikan yang tadinya kondisinya itu penurunan sekitar 50% dari kondisi awal sebenarnya kita bisa putar balikkan kembali gitu menjadi kondisi semula,” tutupnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.