Sumur Kering, Warga Cisaat Sukabumi Tempuh 2 Kilometer Cari Air Bersih
Warga saat mengambil air dari sumber air Cigembang, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi./visi.news/Andri.
VISI.NEWS - Kemarau yang melanda membuat warga Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur warga mengering sehingga mereka harus menempuh jarak sekitar 2 kilometer dari rumah untuk mendapatkan air bersih.
Di desa tersebut terdapat dua sumber mata air yang biasa dimanfaatkan warga. Salah satunya mata air Cigembang yang setiap hari didatangi warga.
Warga Kampung Sawalega, Fahmi (52), mengatakan musim kemarau telah berlangsung sekitar tiga bulan. Namun, dampak kemarau semakin dirasakan dalam sebulan terakhir, ketika sumur-sumur milik warga mengering.
"Hampir sebulan ngambil airnya begini mah. Kalau kemarau sudah tiga bulan terjadi," kata Fahmi.
Sejak sumur di rumahnya mengering, Fahmi bersama warga lainnya harus mengambil air dari sumber yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumah. Aktivitas tersebut dilakukan setiap hari, terutama pada sore hari dan terkadang pada pagi hari.
"Sumber air ini Cigembang namanya. Jaraknya 2 kilo kayaknya ada dari rumah. Makanya harus gunain sepeda motor," ujarnya.
Untuk menuju sumber air, warga menggunakan sepeda motor sambil membawa wadah seperti galon dan jerigen. Setibanya di lokasi, wadah tersebut diisi air untuk kemudian dibawa pulang dan ditampung di rumah.
Air yang diambil digunakan untuk kebutuhan konsumsi, terutama untuk minum setelah dimasak. Sementara untuk mencuci pakaian, warga memilih melakukannya langsung di sekitar sumber mata air.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!