1.300 KK di Desa Cisaat Sukabumi Kesulitan Air Bersih Dampak Kemarau
Warga mengambil air dari mata air Cigemang, di Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi./visi.news/Andri.
VISI.NEWS - Sebanyak 1.300 kepala keluarga di Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur yang menjadi sumber air warga mengering akibat musim kemarau.
Kepala Desa Cisaat, Nanak Sukron, menuturkan, kondisi tersebut terjadi di sejumlah kampung yang tersebar di wilayah desanya. Sedikitnya terdapat 13 titik yang mengalami kesulitan air bersih.
Wilayah yang terdampak meliputi Kampung Cidahu RT 03/07, Sawah Lega RT 01/05, Kampung Baru RT 04/05, Tenjolaya RT 01/04, Gamlok RT 02/04, Cipari RT 02/02 dan RT 05/02.
Kemudian Kampung Cisaat RT 04/01, RT 03/01 dan RT 05/01, serta Kampung Tenjolaya RT 05/04 dan RT 05/03. Selain itu, terdapat Kampung Cidahu RT 03/06 yang juga mengalami kondisi serupa.
“Di kampung tersebut, warga yang terdampak kesulitan mendapatkan air bersih mencapai kurang lebih 1.300 kepala keluarga,” ujar Nanak.
Nanak menyatakan, kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satunya dengan mendatangi mata air yang masih tersedia di wilayah desa, seperti mata air Cikombo atau Cigemang.
Jarak mata air tersebut cukup jauh dari permukiman warga. Sebagian warga bahkan harus menempuh perjalanan sekitar satu hingga dua kilometer untuk mendapatkan air.
Untuk menuju lokasi, warga menggunakan sepeda motor sambil membawa wadah berupa galon atau jerigen. Wadah tersebut kemudian diisi air dari mata air. Sesampainya di rumah, air dari galon atau jerigen itu dituangkan ke dalam wadah penampungan yang telah disiapkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!