Unpad Kembangkan Desa Tangguh Bencana Berbasis Tanaman Aren di Desa Cipelah

Desi Rossilawati
Jumat, 4 September 2026 | 10:38 WIB
Bagikan
Unpad Kembangkan Desa Tangguh Bencana Berbasis Tanaman Aren di Desa Cipelah

Ketua Pelaksana PPK Ormawa IAAS LC Unpad, Maritza Khansa (tengah), dosen pembina UKM IAAS Unpad, Vira Kusma Dewi (kanan), dan anggota tim pelaksana, Ibnu Zaidan Akbar (kiri) pada Podcast VisitalK di Redaksi VISI.NEWS, Selasa (1/9/2026)./visi.news/ist.

Menurut Maritza, Desa Cipelah memiliki kondisi yang berkaitan dengan potensi bencana longsor. Dalam kurun 10 tahun terakhir, sejumlah kejadian longsor terjadi di wilayah tersebut, termasuk pada 2017 yang menyebabkan empat orang meninggal dunia.

Di sisi lain, tanaman aren menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat Desa Cipelah. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk menggabungkan potensi tanaman lokal dengan upaya konservasi dan mitigasi bencana.

Maritza mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak desa, populasi aren di Desa Cipelah mengalami penurunan sekitar 50 persen dibandingkan kondisi puluhan tahun sebelumnya.

“Kalau misalkan setelah kita lihat dan juga diskusi bersama sekretaris desa gitu, didapatkan informasi bahwa sebenarnya puluhan tahun lalu tuh sebenarnya aren tuh sangat kaya gitu Teh di desa ini sendiri. Tapi makin ke sini itu populasinya berkurang sejumlah 50% dari populasi awalnya, seperti itu,” ucapnya.

Program PPK Ormawa tersebut merupakan bagian dari kegiatan penguatan kapasitas organisasi mahasiswa yang dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Saat ini terdapat sekitar 226 kelompok atau tim yang menjalankan program tersebut dengan berbagai fokus.

Untuk program di Desa Cipelah, tim mengusung subtema Desa Konservasi dan Tangguh Bencana. Pelaksanaan program dilakukan dengan melibatkan perangkat desa serta sejumlah kelompok masyarakat sebagai sasaran kegiatan.

Kelompok yang terlibat antara lain KWT Mawar Bodas dan Rosella yang bergerak dalam produksi gula aren, Kampung Siaga Bencana, Karang Taruna, serta Lembaga Jaga Aren yang diproyeksikan menjadi lembaga keberlanjutan setelah program berakhir.

Empat Sensor Sistem Peringatan Dini

Selain melakukan konservasi tanaman, mahasiswa mengembangkan sistem peringatan dini bencana yang disesuaikan dengan kondisi Desa Cipelah. Sistem tersebut menggunakan empat jenis sensor, yakni:

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.