Pra-Muktamar NU Bahas Kripto hingga Neuralink
Bahtsul Masail jadi ruang pengembangan akademik
Mohammad Nuh mengatakan Bahtsul Masail tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan keputusan atas persoalan tertentu.
Menurut dia, forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan budaya akademik di lingkungan Nahdlatul Ulama.
"Dengan bahtsul masail ini, itu menjadi penggerak budaya akademik yang tujuan utamanya itu ingin mencerdaskan kehidupan umat, sekaligus juga menghargai diversifikasi beragam pandangan, sekaligus juga memperkaya pandangan itu sendiri," katanya.
Ia menilai keberagaman pandangan dalam pembahasan justru menjadi bagian penting dalam proses perumusan keputusan.
Dengan mempertemukan berbagai perspektif keilmuan, materi yang dibahas diharapkan menjadi lebih komprehensif sebelum nantinya dibawa ke forum Muktamar Ke-35 NU.
Pra-Muktamar perdalam hasil Munas
Menurut Mohammad Nuh, pelaksanaan Pra-Muktamar menjadi penting, khususnya dalam pembahasan Bahtsul Masail.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!