Pra-Muktamar NU Bahas Kripto hingga Neuralink
Selain kripto, forum tersebut juga membahas komersialisasi data genetik dan integrasi implan otak Neuralink pada tubuh manusia.
Pembahasan tersebut menunjukkan upaya Bahtsul Masail NU merespons perkembangan teknologi dan persoalan baru yang muncul di tengah masyarakat.
Mohammad Nuh mengatakan forum Bahtsul Masail diharapkan dapat memberikan respons terhadap dinamika persoalan masyarakat secara cepat, tetapi tetap bertumpu pada otoritas keilmuan.
"Dengan adanya bahtsul masail, kita bisa memberikan respons kontekstual secara cepat terhadap dinamika persoalan yang dihadapi masyarakat. Bukan sekadar respons kontekstualnya, tetapi responsnya itu didasarkan atas otoritas keilmuan yang sahih," ujarnya.
Sementara itu, Komisi Maudhuiyyah membahas empat tema. Keempatnya adalah metodologi dan prosedur i'adah an-nadzar, problematika penyimpangan seksual dalam perspektif fikih Islam, pajak berkeadilan, serta nilai-nilai keulamaan dalam NU.
Adapun Komisi Qanuniyyah membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan regulasi dan kebijakan publik.
Materi yang dibahas antara lain Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional, pembatasan tenaga kerja alih daya atau outsourcing, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), dan pengupahan dalam RUU Ketenagakerjaan.
Komisi tersebut juga membahas kebijakan pembukaan lahan di Papua dalam perspektif hukum Islam.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!