Kasus Dugaan Korupsi di BJB: Mengapa Ridwan Kamil Belum Tersangka?
Berpotensi menggerus kepercayaan publik?
Kepercayaan terhadap lembaga antikorupsi tidak hanya dibangun dari jumlah tersangka yang ditetapkan. Kepercayaan dibangun dari konsistensi, kecepatan yang wajar, transparansi, keberanian dan kesetaraan perlakuan hukum.
Kasus BJB berpotensi menjadi ujian karena publik telah mengikuti prosesnya sejak 2025. Ketika empat tersangka baru ditahan pada Agustus 2026, sementara proses penghitungan kerugian negara masih berlangsung pada September, wajar apabila muncul pertanyaan tentang efektivitas penanganan perkara.
Namun kritik yang lebih tepat bukan mengatakan bahwa KPK pasti sengaja memperlambat perkara. Tidak ada bukti yang cukup untuk menyimpulkan demikian.
Yang dapat dikatakan berdasarkan kronologi adalah bahwa perkara ini berlangsung panjang dan sejumlah tahapan penting baru terlihat setelah waktu yang cukup lama.
KPK perlu menjelaskan mengapa proses tersebut membutuhkan waktu selama itu.
Apakah karena kompleksitas transaksi?
Apakah karena jumlah perusahaan yang terlibat?
Apakah karena harus menelusuri banyak rekening?
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!