Bandung Bangun Ekonomi Digital dari Angkot Listrik
Pada saat yang sama, program tersebut juga membawa perubahan terhadap model bisnis angkutan kota. Sistem pengemudi bergaji, pembayaran nontunai, penggunaan pool, pemantauan melalui CCTV, serta pengelolaan kendaraan secara terpusat merupakan bagian dari upaya mengubah pola operasi angkot menjadi lebih terstruktur.
Bagi pengemudi lama, pemerintah memastikan transformasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menghapus keberadaan mereka. Kendaraan lama secara bertahap diremajakan dengan kendaraan listrik, sementara pengemudi tetap menjadi bagian dari sistem operasional.
Tahap uji coba dua kendaraan listrik menjadi langkah awal sebelum dilakukan perluasan armada. Dengan jumlah armada Kopamas yang mencapai sekitar 475 unit, proses elektrifikasi akan membutuhkan tahapan, infrastruktur, pembiayaan, kesiapan pengemudi, serta sistem pemeliharaan yang memadai.
Pemetaan SPKLU menjadi salah satu pekerjaan penting sebelum jumlah kendaraan listrik ditambah. Infrastruktur tersebut harus mampu mendukung kebutuhan operasional armada sehingga kendaraan tidak mengalami hambatan akibat keterbatasan fasilitas pengisian daya.
Pengembangan sistem pool juga menjadi bagian dari persiapan tersebut. Dengan armada dikumpulkan di lokasi tertentu, pengelola dapat mengatur pengisian baterai, pemeliharaan, pemeriksaan keselamatan, dan distribusi kendaraan berdasarkan kebutuhan operasional.
Pada akhirnya, Bandung Angkot Utama diposisikan sebagai salah satu contoh awal penerapan konsep ekonomi digital yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Transportasi publik menjadi pintu masuk untuk menghubungkan teknologi kendaraan listrik, energi, infrastruktur, pembayaran digital, data, hingga pengembangan ekosistem ekonomi berbasis teknologi.
Pemerintah Kota Bandung berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pembangunan kendaraan listrik. Program tersebut diarahkan menjadi rencana aksi yang terukur sehingga gagasan mengenai Bandung sebagai kota dengan ekosistem ekonomi digital dapat diwujudkan melalui proyek-proyek nyata.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!