Bandung Bangun Ekonomi Digital dari Angkot Listrik
Ketua Kopamas Kota Bandung Budi Kurnia mengatakan, pihaknya siap terlibat dalam proses peremajaan angkutan kota melalui penggunaan kendaraan listrik.
Kopamas saat ini memiliki sekitar 475 unit angkutan. Dari jumlah tersebut, dua unit kendaraan listrik telah digunakan dalam tahap uji coba.
Salah satu kendaraan listrik tersebut bahkan telah memperoleh izin untuk masuk dan beroperasi di kawasan Bandara Internasional Husein Sastranegara. Kendaraan tersebut disebut telah menjalani operasional selama sekitar satu bulan.
Budi mengatakan, penggunaan kendaraan listrik akan dilakukan secara bertahap. Target jangka panjangnya adalah seluruh armada Kopamas dapat beralih menggunakan kendaraan listrik.
Peralihan tersebut membutuhkan sistem operasional baru karena kendaraan listrik memiliki kebutuhan pengisian daya dan pemeliharaan yang berbeda dari kendaraan berbahan bakar fosil. Karena itu, kendaraan direncanakan menggunakan sistem pool.
Dengan sistem tersebut, armada ditempatkan di lokasi tertentu sehingga proses pengisian daya, pemeriksaan, dan pemeliharaan kendaraan dapat dilakukan secara lebih terpusat. Sistem pool juga memungkinkan pengelola melakukan pengaturan armada secara lebih terstruktur.
Pemkot Bandung bersama Kopamas selanjutnya akan melakukan pemetaan lokasi SPKLU yang dibutuhkan untuk mendukung operasional kendaraan listrik. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi salah satu faktor penting agar armada dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Pengembangan Bandung Angkot Utama juga melibatkan pihak swasta dan pengembang teknologi. CEO PT Sinergi Satu Daya Sean Justin mengatakan, transformasi transportasi listrik tidak cukup hanya dilakukan melalui penyediaan kendaraan. Dibutuhkan ekosistem pendukung dari sisi hulu hingga hilir.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!