VISI | Zubair bin Awwam: Pengusaha Real Estate dan Investor Cerdas
Oleh Nuslih Jamiat
- Dosen Prodi Adbis - Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Telkom University
- Center of Excellence for SHE(Halal), Telkom University
Ketika Zubair bin Awwam wafat di usia 66 tahun, putranya Abdullah dihadapkan pada tugas berat: melunasi semua utang sang ayah yang mencapai 2,2 juta dirham. Angka yang sangat besar untuk ukuran masa itu. Para ahli waris mulai cemas—bagaimana mungkin utang sebesar itu bisa dilunasi?
Namun Abdullah tidak panik. Ia tahu persis strategi ayahnya. "Jangan khawatir," katanya kepada para ahli waris yang gelisah, "Ayah saya meninggalkan aset properti yang sangat berharga." Abdullah kemudian mulai menginventarisasi aset sang ayah: 2 bidang tanah di Ghabah, 11 rumah besar di Madinah, 2 rumah di Basrah, 1 rumah di Kufah, dan 1 rumah di Mesir.
Abdullah mengumumkan diri sebagai penjamin semua utang, lalu mulai menjual aset-aset properti itu satu per satu. Yang terjadi selanjutnya mengejutkan semua orang. Total nilai jual seluruh properti mencapai lebih dari 50 juta dirham—hampir 25 kali lipat dari total utang! Dalam waktu singkat, semua utang terbayar lunas. Dan setelah membagikan warisan sesuai hukum waris Islam, masing-masing dari empat istri Zubair mendapat 1,2 juta dirham.
Inilah Zubair bin Awwam—sahabat Nabi yang tidak hanya pemberani di medan perang, tetapi juga investor properti paling cerdas di zamannya. Ia membuktikan bahwa investasi jangka panjang di real estate, jika dilakukan dengan strategi yang tepat, bisa menghasilkan return yang luar biasa.
Zubair: Sahabat yang Jago Investasi Properti dan Tanah
Zubair bin Awwam lahir di Makkah pada tahun 594 Masehi, 28 tahun sebelum Hijrah. Ia adalah putra bibi Rasulullah SAW, Shafiyyah binti Abdul Muthalib, sekaligus sepupu Ali bin Abi Thalib. Zubair termasuk As-Sabiqun al-Awwalun (generasi pertama pemeluk Islam) dan salah satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga. Bahkan Rasulullah SAW bersabda tentangnya, "Setiap nabi mempunyai pengikut pendamping yang setia (Hawari) dan hawariku adalah Azzubair ibnul Awwam."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!