Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

VISI | Zubair bin Awwam: Pengusaha Real Estate dan Investor Cerdas

ED
Jumat, 24 April 2026 | 04:57 WIB
Bagikan
VISI | Zubair bin Awwam: Pengusaha Real Estate dan Investor Cerdas

3. Investasi Jangka Panjang Zubair tidak membeli properti untuk di-flip (jual cepat). Ia memegang aset-asetnya dalam jangka panjang, membiarkan nilai properti terapresiasi seiring waktu. "Real estate is not about timing the market, but time in the market"—bukan tentang timing yang tepat, tetapi tentang berapa lama Anda memegang aset.

4. Menggunakan Leverage dengan Bijak Zubair menggunakan utang produktif—meminjam uang untuk membeli aset yang menghasilkan, bukan untuk konsumsi. Ia berutang bukan karena gaya hidup boros, tetapi karena strategi investasi. Dan debt to asset ratio-nya sangat sehat, hanya 4 persen.

5. Sistem Halal: Mudharabah, Bukan Riba Yang paling penting, Zubair tidak menggunakan sistem riba. Ia menggunakan akad mudharabah—sistem bagi hasil yang adil. Orang yang menitipkan uang kepadanya tidak mendapat bunga tetap, tetapi bagi hasil sesuai kesepakatan. Ini adalah cikal bakal dari sistem investasi syariah modern.

Budi Ashari, seorang ulama, menjelaskan: "Secara tidak langsung Zubair bin Awwam mengajari umat Islam cara berinvestasi. Namun, perlu diperhatikan, Zubair berutang karena tahu asetnya juga besar. Tapi hati-hati berpikir investasi, yang kemudian dianggurkan, menganggur. Tidak boleh bumi Allah dibuat kosong, rumah dibeli tapi kosong, rusak atas nama investasi. Itu dosa besar."

Ini adalah peringatan penting: investasi properti harus produktif, bukan spekulatif yang merugikan masyarakat.

Aplikasi Modern: Pesantren yang Investasi Tanah/Bangunan untuk Masa Depan

Prinsip investasi properti Zubair bin Awwam kini dipraktikkan dengan sangat baik oleh banyak pesantren di Indonesia. Mereka tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga membangun aset properti jangka panjang untuk keberlanjutan pesantren.

Pesantren Gontor: Strategi Akuisisi Tanah Sejak Dini

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.