VISI | Zubair bin Awwam: Pengusaha Real Estate dan Investor Cerdas
Namun yang menarik dari Zubair bukan hanya keberaniannya di medan perang—tubuhnya penuh luka sayatan pedang dan tusukan lembing dari puluhan pertempuran—tetapi juga kecerdasan finansialnya. Salah satu yang menonjol dari sahabat Zubair adalah di bidang investasi properti.
Ketika beliau wafat, beliau mewariskan aset berupa 2 bidang tanah di Ghabah, 11 rumah besar di Madinah, 2 rumah di Basrah, 1 rumah di Kufah dan 1 rumah di Mesir. Portfolio properti yang sangat impresif untuk ukuran zaman apapun! Zubair memiliki aset berupa tanah di Ghabah, 11 rumah di Madinah, serta rumah-rumah di Basra, Kufah, dan Mesir dengan total estimasi nilai 57,6 juta dirham atau setara Rp3,5 triliun di masa kini.
Yang lebih luar biasa, aset itu beliau peroleh bermodal uang masyarakat yang dititipkan pada beliau. Namun Zubair menolak sistem titipan biasa. Sebagai gantinya, beliau berakad hutang, sehingga uang itu bisa beliau investasikan pada properti. Ini adalah strategi keuangan yang sangat cerdas—ia menggunakan leverage (pinjaman) untuk investasi produktif, bukan konsumtif.
Menariknya, ia tidak bergantung pada utang konsumtif, melainkan membangun reputasi sebagai pengelola dana yang dipercaya banyak orang. Banyak sahabat dan masyarakat menitipkan modal kepadanya, bukan karena jaminan untung, melainkan karena kepercayaan pada tanggung jawab finansial dalam Islam yang dijunjung tinggi oleh Zubair. Ia mengelola harta titipan itu dengan prinsip mudharabah, yaitu kerja sama antara pemilik modal dan pengelola usaha dengan sistem bagi hasil yang adil tanpa riba dan tanpa janji keuntungan tetap.
Meninggalkan Warisan 50 Juta Dirham (Setara Miliaran Rupiah)
Ketika Zubair wafat dalam sebuah pembunuhan yang licik setelah Perang Jamal, ia meninggalkan dua hal: utang 2,2 juta dirham dan properti bernilai lebih dari 50 juta dirham. Rasio yang sangat sehat—debt to asset ratio hanya sekitar 4 persen! Ini menunjukkan bahwa Zubair berutang bukan karena kesulitan finansial, tetapi karena strategi leverage untuk investasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!