Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri
VISI.NEWS — Cibaduyut selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu kawasan yang identik dengan industri kulit dan kerajinan alas kaki di Kota Bandung, Jawa Barat. Deretan toko dan aktivitas para pengrajin menjadi bagian dari wajah kawasan yang telah lama menjadi tujuan masyarakat untuk mencari sepatu, sandal, dan berbagai produk berbahan kulit.
Namun, wajah Cibaduyut perlahan berkembang. Industri alas kaki yang sebelumnya kuat dengan aktivitas produksi dan perdagangan kini mulai dipadukan dengan konsep kreatif yang memberikan pengalaman berbeda kepada konsumen.
Salah satu pelaku usaha yang mencoba menghadirkan warna baru tersebut adalah Vinedrip LAB. Berlokasi di Ruko A No. 12, Apartemen M Square, Cibaduyut, Vinedrip LAB tidak sekadar menawarkan produk alas kaki berbahan kulit, tetapi juga mengajak pengunjung terlibat langsung dalam proses menentukan desain.
Konsep itu membuat konsumen tidak hanya datang sebagai pembeli. Mereka dapat memilih sendiri berbagai elemen yang akan digunakan untuk membuat alas kaki sesuai selera dan karakter masing-masing.
Pengunjung dapat menentukan pilihan upper berbahan kulit, memilih warna serta jenis tali, hingga menambahkan berbagai aksesori seperti manik-manik. Setiap detail memberikan kesempatan bagi konsumen untuk menciptakan alas kaki yang berbeda dari produk siap pakai pada umumnya.
Bagi sebagian orang, proses tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik pilihan warna, bahan, dan aksesori, terdapat pengalaman yang membuat konsumen memiliki keterlibatan lebih jauh dengan produk yang akhirnya mereka bawa pulang.
Founder Vinedrip LAB, Kharel Sably Khosy, mengatakan konsep tersebut memang menjadi bagian dari gagasan awal ketika menghadirkan Vinedrip LAB di Cibaduyut. Menurut dia, tempat tersebut tidak hanya dirancang sebagai toko, tetapi juga ruang kreatif dan workshop yang mempertemukan konsumen dengan proses pembuatan alas kaki.
“Kami ingin orang datang ke Cibaduyut bukan hanya untuk membeli sepatu, tetapi juga melihat bagaimana produk berkualitas dibuat langsung oleh tangan-tangan pengrajin lokal. Ada pengalaman yang bisa dibawa pulang, bukan sekadar produk,” ujar Kharel kepada Humas Kota Bandung, Senin (24/8/2026).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!