Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri

ED
PN
Rabu, 26 Agustus 2026 | 05:37 WIB
Bagikan
Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri

VISI.NEWSCibaduyut selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu kawasan yang identik dengan industri kulit dan kerajinan alas kaki di Kota Bandung, Jawa Barat. Deretan toko dan aktivitas para pengrajin menjadi bagian dari wajah kawasan yang telah lama menjadi tujuan masyarakat untuk mencari sepatu, sandal, dan berbagai produk berbahan kulit.

Namun, wajah Cibaduyut perlahan berkembang. Industri alas kaki yang sebelumnya kuat dengan aktivitas produksi dan perdagangan kini mulai dipadukan dengan konsep kreatif yang memberikan pengalaman berbeda kepada konsumen.

Salah satu pelaku usaha yang mencoba menghadirkan warna baru tersebut adalah Vinedrip LAB. Berlokasi di Ruko A No. 12, Apartemen M Square, Cibaduyut, Vinedrip LAB tidak sekadar menawarkan produk alas kaki berbahan kulit, tetapi juga mengajak pengunjung terlibat langsung dalam proses menentukan desain.

Konsep itu membuat konsumen tidak hanya datang sebagai pembeli. Mereka dapat memilih sendiri berbagai elemen yang akan digunakan untuk membuat alas kaki sesuai selera dan karakter masing-masing.

Pengunjung dapat menentukan pilihan upper berbahan kulit, memilih warna serta jenis tali, hingga menambahkan berbagai aksesori seperti manik-manik. Setiap detail memberikan kesempatan bagi konsumen untuk menciptakan alas kaki yang berbeda dari produk siap pakai pada umumnya.

Bagi sebagian orang, proses tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik pilihan warna, bahan, dan aksesori, terdapat pengalaman yang membuat konsumen memiliki keterlibatan lebih jauh dengan produk yang akhirnya mereka bawa pulang.

Founder Vinedrip LAB, Kharel Sably Khosy, mengatakan konsep tersebut memang menjadi bagian dari gagasan awal ketika menghadirkan Vinedrip LAB di Cibaduyut. Menurut dia, tempat tersebut tidak hanya dirancang sebagai toko, tetapi juga ruang kreatif dan workshop yang mempertemukan konsumen dengan proses pembuatan alas kaki.

“Kami ingin orang datang ke Cibaduyut bukan hanya untuk membeli sepatu, tetapi juga melihat bagaimana produk berkualitas dibuat langsung oleh tangan-tangan pengrajin lokal. Ada pengalaman yang bisa dibawa pulang, bukan sekadar produk,” ujar Kharel kepada Humas Kota Bandung, Senin (24/8/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana Vinedrip LAB mencoba menempatkan pengalaman sebagai bagian penting dari produk yang ditawarkan. Konsumen diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat proses kreatif di balik sebuah alas kaki sekaligus menentukan tampilan akhir yang mereka inginkan.

Konsep custom footwear juga membuka ruang bagi pengunjung untuk mengekspresikan selera pribadi. Pilihan yang tersedia memungkinkan satu produk memiliki karakter yang berbeda dengan produk lainnya, bergantung pada kombinasi bahan, warna, tali, dan aksesori yang dipilih.

Dari Sentra Pengrajin Menjadi Ruang Kreatif

Kehadiran Vinedrip LAB menjadi salah satu contoh perubahan yang berlangsung di Cibaduyut. Kawasan ini tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat mencari produk alas kaki, tetapi juga mulai berkembang sebagai ruang yang mempertemukan keterampilan pengrajin dengan kreativitas dan kebutuhan konsumen masa kini.

Kekuatan utama Cibaduyut tetap berada pada kemampuan para pengrajin lokal dalam mengolah kulit dan membuat produk alas kaki. Di tengah perkembangan tren konsumen, kemampuan tersebut kemudian dipadukan dengan desain dan konsep pengalaman yang lebih interaktif.

Bagi Vinedrip LAB, pendekatan tersebut sekaligus menjadi cara untuk memperkenalkan sisi lain Cibaduyut kepada masyarakat. Konsumen tidak hanya melihat produk yang telah selesai, tetapi juga dapat memahami bahwa sebuah alas kaki memiliki proses kreatif dan keterampilan tangan di belakangnya.

Perubahan semacam ini menjadi penting di tengah persaingan industri alas kaki yang semakin luas. Produk lokal tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi, tetapi juga perlu menawarkan identitas dan pengalaman yang membuat konsumen memiliki alasan untuk datang secara langsung.

Konsep workshop yang dibawa Vinedrip LAB menjadi salah satu bentuk upaya tersebut. Pengunjung dapat menjadikan proses memilih dan menyesuaikan alas kaki sebagai bagian dari aktivitas mereka ketika berada di Cibaduyut.

Dengan demikian, pengalaman berbelanja tidak berhenti ketika transaksi selesai. Ada proses memilih, berdiskusi, menentukan detail, hingga akhirnya membawa pulang produk yang dibuat sesuai preferensi.

Menjangkau Konsumen dari Luar Bandung

Konsep yang ditawarkan Vinedrip LAB ternyata tidak hanya menarik perhatian konsumen dari Bandung. Tempat tersebut juga mulai dikenal oleh pengunjung dari luar daerah, bahkan mancanegara.

Salah satunya adalah rombongan wisatawan asal Singapura yang terdiri dari Fahmi, Dini, Akiem, dan Afi. Mereka mengetahui Vinedrip LAB melalui media sosial sebelum kemudian datang langsung ke lokasi di Cibaduyut.

Bagi mereka, daya tarik utama Vinedrip LAB bukan hanya produk alas kaki yang ditawarkan, melainkan pengalaman ketika menentukan desain sendiri.

“Kami suka sekali dengan pengalaman belanja di Vinedrip LAB. Stafnya ramah dan membuat kami nyaman selama proses custom. Desainnya juga unik, dan yang paling menarik, kami bisa menyesuaikan detailnya sesuai keinginan. Jadi, sepatu yang kami bawa pulang benar-benar terasa personal,” ujar Akiem.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana media sosial turut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Kawasan yang sebelumnya dikenal terutama oleh masyarakat Bandung dan sekitarnya kini memiliki peluang untuk dikenalkan kepada pengunjung dari berbagai daerah hingga negara lain.

Bagi konsumen dari luar Bandung, pengalaman membuat atau menyesuaikan alas kaki juga dapat menjadi bagian dari cerita perjalanan mereka. Produk yang dibawa pulang bukan hanya barang yang dibeli di sebuah toko, tetapi memiliki cerita tentang proses memilih dan merancangnya ketika berkunjung ke Cibaduyut.

Kreativitas dan Keterampilan Pengrajin

Di balik konsep custom footwear, keterampilan pengrajin tetap menjadi bagian penting. Perubahan pola konsumsi dan kemunculan konsep kreatif tidak serta-merta menghilangkan karakter utama Cibaduyut sebagai kawasan penghasil alas kaki.

Justru, kreativitas menjadi cara untuk memberikan nilai tambah terhadap keterampilan yang telah berkembang di kawasan tersebut.

Ketika konsumen dapat memilih material, warna, tali, serta aksesori, kemampuan pengrajin dalam mengolah berbagai komponen tersebut menjadi semakin penting. Produk akhirnya merupakan pertemuan antara preferensi konsumen dan keterampilan tangan pengrajin.

Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa inovasi dalam industri kreatif tidak selalu berarti meninggalkan tradisi yang sudah ada. Dalam kasus Cibaduyut, inovasi dapat hadir dengan mempertahankan keterampilan lokal sambil memberikan bentuk pengalaman baru kepada konsumen.

Vinedrip LAB menjadi salah satu gambaran dari pendekatan tersebut. Produk alas kaki tetap menjadi inti usaha, tetapi proses kreatif dan interaksi dengan konsumen menjadi bagian dari daya tariknya.

Cibaduyut yang Terus Berubah

Perkembangan Vinedrip LAB menjadi gambaran kecil dari dinamika Cibaduyut sebagai sentra alas kaki. Kawasan ini memiliki sejarah panjang dalam industri kulit dan kerajinan, tetapi keberlanjutan sebuah sentra industri juga bergantung pada kemampuannya mengikuti perubahan zaman.

Konsumen saat ini semakin memiliki banyak pilihan. Mereka tidak hanya mempertimbangkan fungsi dan harga, tetapi juga desain, keunikan, personalisasi, serta pengalaman ketika mendapatkan sebuah produk.

Ruang kreatif seperti Vinedrip LAB mencoba menjawab perubahan tersebut dengan menghadirkan pengalaman custom footwear di tengah kawasan yang telah lama dikenal sebagai pusat industri alas kaki.

Pendekatan ini sekaligus memperluas cara orang memandang Cibaduyut. Jika sebelumnya kawasan tersebut identik dengan aktivitas jual beli sepatu dan sandal, kini muncul pengalaman lain berupa proses memilih, merancang, dan membuat produk yang sesuai dengan selera pribadi.

Pada akhirnya, kekuatan Cibaduyut tidak hanya terletak pada produk yang dihasilkan, tetapi juga pada manusia, keterampilan, dan kreativitas yang berada di baliknya.

Vinedrip LAB menjadi salah satu ruang yang mencoba mempertemukan ketiganya. Konsumen datang dengan selera dan ide masing-masing, sementara pengrajin menghadirkan keterampilan untuk mewujudkannya menjadi produk alas kaki.

Bagi masyarakat yang ingin mengenal sisi kreatif Cibaduyut sekaligus mencoba pengalaman membuat alas kaki sesuai karakter pribadi, Vinedrip LAB menawarkan alternatif yang berbeda. Pengunjung dapat datang, memilih desain, menentukan detail, dan membawa pulang produk yang memiliki sentuhan personal.

Di tengah perubahan wajah industri kreatif Kota Bandung, pengalaman semacam itu menunjukkan bahwa Cibaduyut masih memiliki ruang untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar utamanya sebagai kawasan pengrajin alas kaki.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.