VISI | Marwah Ulama
Namun jika pilihan didasarkan pada kepentingan sesaat, maka yang lahir hanyalah kemenangan administratif tanpa keberkahan.
Menentukan Masa Depan NU
Persaingan antara Gus Yahya, Gus Rozin, KH Zulfa Mustofa, dan Gus Kikin menunjukkan bahwa NU memiliki banyak kader berkualitas. Itu merupakan modal besar organisasi.
Namun kualitas kandidat tidak akan berarti apabila proses pemilihannya tercemar.
Muktamar harus menjadi panggung adab, bukan arena intrik.
Harus menjadi forum musyawarah, bukan pasar transaksi.
Harus menjadi ruang pengabdian, bukan tangga ambisi.
NU membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga persatuan, memperkuat pesantren, memberdayakan umat, dan mengembalikan posisi NU sebagai penjaga moral bangsa yang independen dari kepentingan politik sesaat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!