VISI | Marwah Ulama

ED
Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:28 WIB
Bagikan
VISI | Marwah Ulama

NU tidak boleh menjadi korban budaya politik yang selama ini justru sering dikritiknya.

Memilih dengan Hati, Bukan dengan Kepentingan

Muktamirin memiliki tanggung jawab sejarah.

Pilihan mereka tidak hanya menentukan siapa Ketua Umum PBNU lima tahun ke depan, tetapi juga menentukan wajah NU menuju satu abad kedua.

Karena itu, ukuran utama bukanlah popularitas, bukan kedekatan personal, bukan asal daerah, bukan kekuatan jaringan, dan bukan pula akses kepada kekuasaan.

Yang harus menjadi pertimbangan adalah integritas, kapasitas, akhlak, keberanian moral, komitmen terhadap pesantren, kemampuan menjaga persatuan, dan ketulusan mengabdi kepada umat.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengingatkan bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang memandang kekuasaan sebagai sarana pelayanan, bukan sarana kemuliaan pribadi.

Jika para pemilih mendasarkan pilihan pada ketulusan, maka siapapun yang terpilih akan memperoleh legitimasi moral yang kuat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.