VISI | Marwah Ulama
Politik uang menghancurkan keikhlasan. Politik uang membunuh objektivitas. Politik uang mengubah amanah menjadi investasi yang harus dikembalikan setelah kemenangan.
Ketika suara dapat dibeli, maka integritas kehilangan maknanya.
Ketika dukungan dapat diperdagangkan, maka kepemimpinan kehilangan legitimasi moralnya.
Politik uang dalam muktamar bukan sekadar pelanggaran etika organisasi. Ia adalah pengkhianatan terhadap amanah para muassis.
Lebih dari itu, politik uang melahirkan kepemimpinan yang sejak awal dibebani hutang politik.
Pemimpin yang lahir dari transaksi akan sibuk membayar transaksi.
Pemimpin yang lahir dari keikhlasan akan sibuk melayani umat.
Karena itu, seluruh peserta muktamar harus berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk suap, gratifikasi, hadiah terselubung, fasilitas mewah, atau praktik transaksional lainnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!