VISI | Wibawa, Ketika Pemimpin Tak Lagi Disegani
Oleh: Drajat
• Guru
• Ketua Ikatan Doktor Ilmu Pendidikan, IDIP Kab. Bandung
• Wasekjen Komnasdik
• Master Hipnoterapis
• APKS PGRI Prov. Jabar
ADA satu kata yang hampir selalu penulis sampaikan ketika berbicara dengan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS: wibawa. Menjadi Ketua OSIS tidak cukup hanya pintar. Tidak cukup memiliki nilai akademik tinggi. Tidak cukup pandai berbicara. Tidak cukup pula populer dan memiliki banyak teman. Seorang pemimpin membutuhkan sesuatu yang tidak selalu dapat ditulis dalam rapor: wibawa.
Wibawa membuat seseorang didengar tanpa harus berteriak. Wibawa membuat orang mengikuti tanpa merasa dipaksa. Wibawa membuat seorang pemimpin dihormati bahkan ketika ia tidak sedang berada di depan. Namun wibawa bukan sesuatu yang dapat diminta. Ia tidak lahir karena seseorang memakai tanda pengenal Ketua OSIS. Ia tidak muncul karena seseorang duduk di kursi paling depan. Ia tidak tumbuh hanya karena sebuah jabatan diberikan. Wibawa lahir dari perilaku. Dan yang lebih penting, wibawa dapat dibangun, tetapi juga dapat hilang.
Di sekolah, seorang Ketua OSIS memperoleh mandat dari teman-temannya. Ia diberi kepercayaan untuk mengkoordinasikan program, menyampaikan aspirasi, dan menjadi salah satu wajah sekolah. Karena itu, penulis selalu mengingatkan: "Kalau kalian ingin dihormati, belajarlah menghormati." Jangan menuntut teman mendengarkan kalau kita sendiri tidak mau mendengarkan. Jangan meminta orang disiplin kalau kita sendiri sering terlambat. Jangan berbicara tentang kejujuran kalau kita masih gemar mencari alasan. Jangan meminta anggota bertanggung jawab kalau kita sendiri mudah melepaskan tanggung jawab.
Di situlah wibawa dibangun. Bukan melalui perintah, melainkan melalui keteladanan. Seorang pemimpin boleh memiliki kekurangan. Ia boleh melakukan kesalahan. Ia boleh sesekali salah mengambil keputusan. Tetapi ada satu hal yang tidak boleh hilang: kesediaan memperbaiki diri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!