VISI | Wibawa, Ketika Pemimpin Tak Lagi Disegani

Desi Rossilawati
Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:01 WIB
Bagikan
VISI | Wibawa, Ketika Pemimpin Tak Lagi Disegani

Pada akhirnya, wibawa tidak membutuhkan panggung. Ia tidak membutuhkan suara keras. Ia tidak membutuhkan pengawalan. Ia bahkan tidak membutuhkan jabatan. Seorang guru yang sederhana dapat memiliki wibawa di hadapan ribuan murid. Seorang Ketua OSIS dapat disegani meskipun usianya masih belasan tahun. Seorang pemimpin dapat dihormati meskipun tidak banyak bicara. Sebab wibawa bukan perkara seberapa tinggi seseorang berdiri. Wibawa adalah seberapa kuat nilai yang ia pegang. Dan jika suatu hari seorang pemimpin mulai tidak dipercaya, mulai diabaikan, bahkan mulai menjadi bahan olok-olok orang yang dipimpinnya, jangan buru-buru menyalahkan mereka. Duduklah sejenak. Bercerminlah. Tanyakan: "Masih pantaskah saya memimpin?"

Jika jawabannya masih, perbaikilah diri. Jika jawabannya tidak, beranilah mengambil keputusan. Mundur dengan terhormat jauh lebih mulia daripada bertahan dengan kehilangan kehormatan. Sebab jabatan dapat diberikan dan dicabut oleh manusia. Tetapi wibawa adalah sesuatu yang dibangun oleh diri sendiri dan dipelihara melalui keteladanan.

Dan barangkali inilah pelajaran paling penting yang harus kita tanamkan kepada pengurus OSIS hari ini, agar ketika kelak mereka menjadi pemimpin bangsa, mereka tidak hanya tahu bagaimana mendapatkan kekuasaan, tetapi juga tahu bagaimana menjaga kehormatan. Jangan sampai seorang pemimpin memiliki jabatan, tetapi kehilangan wibawa. Karena ketika jabatan masih ada tetapi wibawa telah hilang, yang tersisa hanyalah kursi. Dan kursi, setinggi apa pun kedudukannya, tidak pernah dengan sendirinya membuat seseorang layak dihormati.**

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.