Erna Soroti Manifest Penumpang Kapal Tak Sesuai, Dugaan Overcapacity Jadi Perhatian
PN
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Nasdem, Erna Sari Dewi./visi.news/is
VISI.NEWS – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem, Erna Sari Dewi, menyoroti ketidaksesuaian jumlah penumpang dengan manifest dalam sejumlah kecelakaan kapal. Ia menilai persoalan tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap kapasitas penumpang kapal sebelum keberangkatan.
Erna mengatakan, laporan Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menunjukkan adanya ketidaksesuaian data jumlah penumpang dalam proses penanganan kecelakaan kapal.
“Basarnas tadi juga, KNKT juga melaporkan bahwa tidak match jumlah penumpang yang mau dicari. Jadi enggak tahu berapa jumlah penumpang,” ujar Erna, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, ketidaksesuaian manifest bukan persoalan administratif semata. Data penumpang yang akurat sangat penting dalam proses pencarian dan penyelamatan ketika kecelakaan terjadi.
Erna bahkan menyoroti adanya indikasi kapal mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang seharusnya.
“Tidak sesuai dengan manifest-nya. Artinya kok diberikan, ini sudah over capacity,” katanya.
Erna menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat sejak kapal berada di pelabuhan keberangkatan.
Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya harus memastikan kondisi teknis kapal, tetapi juga mencakup jumlah penumpang dan kesesuaian antara penumpang yang naik dengan manifest yang diterbitkan.
Ia meminta seluruh jajaran terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengawasan pelayaran, baik di pelabuhan keberangkatan maupun kedatangan.
“Evaluasinya harus dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh jajaran yang ada,” tegasnya.
Erna menekankan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Karena itu, setiap kapal yang beroperasi wajib memenuhi ketentuan kapasitas serta standar keselamatan yang telah ditetapkan.
Ia juga meminta regulator dan operator tidak mengabaikan persoalan kelebihan kapasitas maupun ketidakakuratan manifest karena dapat memperbesar risiko ketika terjadi kecelakaan.
“Seluruh aspek harus dibenahi. Regulatornya, operatornya, cara bekerjanya, pelabuhannya, Port State Control-nya juga harus ada,” pungkasnya.
Erna mengatakan, laporan Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menunjukkan adanya ketidaksesuaian data jumlah penumpang dalam proses penanganan kecelakaan kapal.
“Basarnas tadi juga, KNKT juga melaporkan bahwa tidak match jumlah penumpang yang mau dicari. Jadi enggak tahu berapa jumlah penumpang,” ujar Erna, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, ketidaksesuaian manifest bukan persoalan administratif semata. Data penumpang yang akurat sangat penting dalam proses pencarian dan penyelamatan ketika kecelakaan terjadi.
Erna bahkan menyoroti adanya indikasi kapal mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang seharusnya.
“Tidak sesuai dengan manifest-nya. Artinya kok diberikan, ini sudah over capacity,” katanya.
Erna menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat sejak kapal berada di pelabuhan keberangkatan.
Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya harus memastikan kondisi teknis kapal, tetapi juga mencakup jumlah penumpang dan kesesuaian antara penumpang yang naik dengan manifest yang diterbitkan.
Ia meminta seluruh jajaran terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengawasan pelayaran, baik di pelabuhan keberangkatan maupun kedatangan.
“Evaluasinya harus dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh jajaran yang ada,” tegasnya.
Erna menekankan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Karena itu, setiap kapal yang beroperasi wajib memenuhi ketentuan kapasitas serta standar keselamatan yang telah ditetapkan.
Ia juga meminta regulator dan operator tidak mengabaikan persoalan kelebihan kapasitas maupun ketidakakuratan manifest karena dapat memperbesar risiko ketika terjadi kecelakaan.
“Seluruh aspek harus dibenahi. Regulatornya, operatornya, cara bekerjanya, pelabuhannya, Port State Control-nya juga harus ada,” pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!