Edi Purwanto Soroti Alokasi TKD dalam RAPBN 2027 Capai Rp4.097,2 Triliun
PN
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Edi Purwanto./visi.news/ist.
VISI.NEWS – Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, menyoroti peningkatan signifikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 yang dirancang mencapai Rp4.097,2 triliun.
Edi menyambut baik delapan program prioritas nasional yang disiapkan pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, energi, pendidikan, kesehatan hingga pengembangan ekonomi desa. Namun, ia meminta pemerintah memberikan kejelasan mengenai alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dalam RAPBN 2027.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi itu, peningkatan belanja negara dari kisaran Rp3.800 triliun menjadi lebih dari Rp4.000 triliun harus diikuti dengan efektivitas pelaksanaan program agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita melihat ada peningkatan pada APBN 2027 hingga Rp4.097,2 triliun dengan target pendapatan Rp3.426 triliun. Pemerintah menyiapkan delapan program utama, mulai dari ketahanan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi desa. Ini tentu kabar baik, terutama rencana revitalisasi sekolah dan Puskesmas,” ujar Edi melalui keterangan yang diterima, Rabu (19/8/2026).
Edi menilai kepastian besaran TKD menjadi hal penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun dan menjalankan program pembangunan. Sebab, dana transfer menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung pelayanan publik sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
“Catatan kita, tadi belum disebutkan berapa jumlah Transfer ke Daerah (TKD). Padahal alokasi dana transfer ini sangat ditunggu-tunggu oleh para bupati, wali kota, dan gubernur di seluruh Indonesia untuk menggerakkan roda perekonomian daerah,” tegasnya.
Ia berharap pembahasan RAPBN 2027 dapat memastikan besaran dan arah kebijakan TKD sehingga pemerintah daerah memiliki kepastian dalam menyusun perencanaan pembangunan.
Edi juga mengajak seluruh elemen bangsa bersama-sama mengawal pelaksanaan APBN 2027 agar peningkatan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, momentum kemerdekaan harus diisi dengan pembangunan yang mampu menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Memproklamasikan kemerdekaan itu mudah, tetapi menjaga dan mengisi negara ini agar tetap berdiri tegak untuk selama-lamanya adalah pekerjaan besar. Kita harus memastikan anggaran yang besar ini benar-benar membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.
Edi menyambut baik delapan program prioritas nasional yang disiapkan pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, energi, pendidikan, kesehatan hingga pengembangan ekonomi desa. Namun, ia meminta pemerintah memberikan kejelasan mengenai alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dalam RAPBN 2027.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi itu, peningkatan belanja negara dari kisaran Rp3.800 triliun menjadi lebih dari Rp4.000 triliun harus diikuti dengan efektivitas pelaksanaan program agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita melihat ada peningkatan pada APBN 2027 hingga Rp4.097,2 triliun dengan target pendapatan Rp3.426 triliun. Pemerintah menyiapkan delapan program utama, mulai dari ketahanan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi desa. Ini tentu kabar baik, terutama rencana revitalisasi sekolah dan Puskesmas,” ujar Edi melalui keterangan yang diterima, Rabu (19/8/2026).
Edi menilai kepastian besaran TKD menjadi hal penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun dan menjalankan program pembangunan. Sebab, dana transfer menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung pelayanan publik sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
“Catatan kita, tadi belum disebutkan berapa jumlah Transfer ke Daerah (TKD). Padahal alokasi dana transfer ini sangat ditunggu-tunggu oleh para bupati, wali kota, dan gubernur di seluruh Indonesia untuk menggerakkan roda perekonomian daerah,” tegasnya.
Ia berharap pembahasan RAPBN 2027 dapat memastikan besaran dan arah kebijakan TKD sehingga pemerintah daerah memiliki kepastian dalam menyusun perencanaan pembangunan.
Edi juga mengajak seluruh elemen bangsa bersama-sama mengawal pelaksanaan APBN 2027 agar peningkatan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, momentum kemerdekaan harus diisi dengan pembangunan yang mampu menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Memproklamasikan kemerdekaan itu mudah, tetapi menjaga dan mengisi negara ini agar tetap berdiri tegak untuk selama-lamanya adalah pekerjaan besar. Kita harus memastikan anggaran yang besar ini benar-benar membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!