Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat? 20 Aug 2026 Transjakarta Alihkan Koridor 13 Imbas Kendala Teknis di Petukangan 20 Aug 2026 Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop 20 Aug 2026 Indonesia-Kamboja Bentuk 'Indonesia Desk', Perangi Jaringan Scam Lintas Negara 20 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat? 20 Aug 2026 Transjakarta Alihkan Koridor 13 Imbas Kendala Teknis di Petukangan 20 Aug 2026 Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop 20 Aug 2026 Indonesia-Kamboja Bentuk 'Indonesia Desk', Perangi Jaringan Scam Lintas Negara 20 Aug 2026

1.300 Dapur MBG Ditutup, Netty: Keselamatan Anak Harus Jadi Prioritas

Desi Rossilawati
PN
Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:50 WIB
Bagikan
1.300 Dapur MBG Ditutup, Netty: Keselamatan Anak Harus Jadi Prioritas

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Netty Aher./visi.news/ist.

VISI.NEWS – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sekitar 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Netty menilai penutupan tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak dan penerima manfaat MBG memenuhi standar higiene serta keamanan pangan.

“Ketika menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak, keamanan pangan tidak boleh dikompromikan. Kalau ada dapur yang belum memenuhi standar, memang harus dibenahi sebelum kembali beroperasi,” ujar Netty dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, pemenuhan standar seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sanitasi dapur, serta sistem pengawasan keamanan pangan harus diterapkan secara konsisten kepada seluruh SPPG.

Netty menegaskan, penertiban dapur MBG tidak boleh mengabaikan hak penerima manfaat. BGN perlu menyiapkan mekanisme pengganti agar distribusi makanan bergizi tetap berjalan di wilayah yang SPPG-nya ditutup.

“Penertiban harus berjalan, tetapi pelayanan kepada anak-anak juga jangan terhenti. Kalau satu dapur ditutup karena tidak memenuhi standar, harus segera ada solusi agar penerima manfaat tetap mendapatkan makanan bergizi dan aman,” katanya.

Netty juga mendorong BGN melakukan evaluasi SPPG secara berkala dan transparan. Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan setelah muncul persoalan, tetapi harus menjadi bagian dari sistem pengelolaan MBG.

Pengawasan tersebut, lanjut Netty, perlu mencakup kualitas bahan baku, proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, distribusi, hingga kondisi makanan ketika diterima oleh penerima manfaat.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.