Aher: Keberhasilan Pembangunan Harus Berdampak Langsung pada Masyarakat
PN
Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Ahmad Heryawan./visi.news/ist.
VISI.NEWS – Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan, keberhasilan pembangunan nasional tidak cukup diukur dari pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, ukuran utama pembangunan harus terlihat dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Ahmad Heryawan menyebut sedikitnya tiga indikator mikro yang dapat menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan, yakni menurunnya angka kemiskinan, berkurangnya pengangguran, dan terjaganya kelestarian lingkungan.
"Ukuran keberhasilan pembangunan yang paling mikro, yang pertama, bebasnya masyarakat dari kemiskinan. Paling tidak kemiskinan makin berkurang. Yang kedua, masyarakat Indonesia jelas-jelas mendapatkan kesejahteraan, dengan pekerjaan yang baik, sehingga pengangguran makin berkurang bahkan hampir hilang," ujar Ahmad Heryawan melalui keterangan yang diterima, Kamis (20/8/2026).
Menurut legislator dari Fraksi PKS tersebut, pembangunan harus mampu memperluas kesempatan masyarakat untuk keluar dari kemiskinan sekaligus memperoleh pekerjaan yang layak.
Dengan demikian, capaian pembangunan tidak boleh hanya berhenti pada indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi. Pembangunan harus memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Selain aspek kesejahteraan, Ahmad Heryawan menilai kelestarian lingkungan harus menjadi bagian penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan.
Ia menjelaskan, lingkungan merupakan penopang kehidupan masyarakat karena menyediakan berbagai kebutuhan dasar, termasuk air dan pangan. Karena itu, pembangunan yang mengabaikan kelestarian lingkungan justru berpotensi mengancam kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.
"Kenapa dimasukkan yang ketiga adalah kelestarian lingkungan? Sebab lingkungan itu pemasok kehidupan. Kalau pemasok kehidupannya rusak, maka kehidupannya pun akan rusak," tegas Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II itu.
Ia menilai pembangunan berkelanjutan harus menjaga keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Lebih lanjut, Ahmad Heryawan menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki kompetensi dan profesionalisme, tetapi juga dibekali nilai moral dan ketakwaan.
Menurutnya, kualitas SDM menjadi faktor penting dalam memastikan kekayaan alam Indonesia dapat dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
"Saya ingin ada satu hal yang penting saya kemukakan bahwa ada hal penting sebetulnya selain profesionalisme anak-anak bangsa kita ke depan mengelola sumber daya alam untuk kemakmuran, yaitu ketakwaan kepada Allah SWT," ungkapnya.
Ahmad Heryawan berharap pembangunan Indonesia ke depan mampu memadukan kompetensi, profesionalisme, dan nilai moral.
Perpaduan tersebut, kata dia, penting agar pembangunan tidak sekadar menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang berkelanjutan, lingkungan yang terjaga, serta kehidupan masyarakat yang lebih berkualitas.
Ahmad Heryawan menyebut sedikitnya tiga indikator mikro yang dapat menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan, yakni menurunnya angka kemiskinan, berkurangnya pengangguran, dan terjaganya kelestarian lingkungan.
"Ukuran keberhasilan pembangunan yang paling mikro, yang pertama, bebasnya masyarakat dari kemiskinan. Paling tidak kemiskinan makin berkurang. Yang kedua, masyarakat Indonesia jelas-jelas mendapatkan kesejahteraan, dengan pekerjaan yang baik, sehingga pengangguran makin berkurang bahkan hampir hilang," ujar Ahmad Heryawan melalui keterangan yang diterima, Kamis (20/8/2026).
Menurut legislator dari Fraksi PKS tersebut, pembangunan harus mampu memperluas kesempatan masyarakat untuk keluar dari kemiskinan sekaligus memperoleh pekerjaan yang layak.
Dengan demikian, capaian pembangunan tidak boleh hanya berhenti pada indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi. Pembangunan harus memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Selain aspek kesejahteraan, Ahmad Heryawan menilai kelestarian lingkungan harus menjadi bagian penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan.
Ia menjelaskan, lingkungan merupakan penopang kehidupan masyarakat karena menyediakan berbagai kebutuhan dasar, termasuk air dan pangan. Karena itu, pembangunan yang mengabaikan kelestarian lingkungan justru berpotensi mengancam kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.
"Kenapa dimasukkan yang ketiga adalah kelestarian lingkungan? Sebab lingkungan itu pemasok kehidupan. Kalau pemasok kehidupannya rusak, maka kehidupannya pun akan rusak," tegas Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II itu.
Ia menilai pembangunan berkelanjutan harus menjaga keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Lebih lanjut, Ahmad Heryawan menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki kompetensi dan profesionalisme, tetapi juga dibekali nilai moral dan ketakwaan.
Menurutnya, kualitas SDM menjadi faktor penting dalam memastikan kekayaan alam Indonesia dapat dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
"Saya ingin ada satu hal yang penting saya kemukakan bahwa ada hal penting sebetulnya selain profesionalisme anak-anak bangsa kita ke depan mengelola sumber daya alam untuk kemakmuran, yaitu ketakwaan kepada Allah SWT," ungkapnya.
Ahmad Heryawan berharap pembangunan Indonesia ke depan mampu memadukan kompetensi, profesionalisme, dan nilai moral.
Perpaduan tersebut, kata dia, penting agar pembangunan tidak sekadar menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang berkelanjutan, lingkungan yang terjaga, serta kehidupan masyarakat yang lebih berkualitas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!