VISI | Khadijah binti Khuwailid: Businesswoman Sukses yang Percaya pada Integritas
Ketika Rasulullah SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira, Khadijah adalah orang pertama yang membenarkan kenabiannya. Dukungan Khadijah pada masa awal kenabian sangat penting, baik secara emosional maupun finansial. Ia menjadi 'investor' utama dakwah nabi, menyediakan seluruh hartanya untuk mendukung perjuangan Islam di masa-masa sulit.
Rasulullah SAW sering menyebut Khadijah dengan penuh cinta dan penghormatan. Beliau bersabda: "Dia beriman kepadaku ketika orang lain mengingkariku, dia membenarkanku ketika orang lain mendustakanku, dan dia membantuku dengan hartanya ketika orang lain menahannya dariku." (HR. Ahmad dan Bukhari)
Di era modern 2026, prinsip-prinsip Khadijah sangat relevan. BMT-BMT pesantren yang menerapkan sistem mudharabah dan musyarakah adalah pewaris spirit Khadijah. Mereka membuktikan bahwa bisnis yang didasari nilai-nilai Islam—kejujuran, keadilan, transparansi, dan kepedulian sosial—bisa sukses dan berkelanjutan. Maka, bagi Anda yang berbisnis, ingatlah Khadijah. Pilih mitra berdasarkan integritas, bukan hanya skill. Terapkan sistem bagi hasil yang adil, bukan eksploitasi.
Gunakan kekayaan untuk kemaslahatan, bukan hanya kemewahan pribadi. Dan yang terpenting, jadikan bisnis sebagai bentuk ibadah, bukan sekadar mengejar profit. Seperti kata pepatah, "Behind every successful man is a strong woman." Namun Khadijah membuktikan lebih dari itu—ia bukan hanya di belakang, tetapi berdiri berdampingan sebagai partner bisnis, partner hidup, dan partner dakwah yang membawa perubahan besar bagi peradaban manusia.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!