12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih
Penyaluran air bersih untuk warga terdampak krisis air di Kota Sukabumi./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Sebanyak 12.517 jiwa di Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, terdampak kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau yang kini melanda. Kemarau menyebabkan debit air di sumur milik warga, juga sumber air lainnya, mengalami penurunan.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Suhendar menuturkan, BPBD telah melakukan pendistribusian air bersih sejak Juni 2026. Menurut Suhendar, hingga saat ini, sebanyak 16 kali penyaluran telah dilakukan ke sejumlah kecamatan.
Dalam penanganan kesulitan air bersih, BPBD juga bekerja sama dengan PMI. Polres Sukabumi Kota, kata Suhendar, juga turut serta menyalurkan air bersih.
"Dalam krisis air bersih ini, BPBD menyalurkan atau mendistribusikan air bersih bersama dengan PMI dan lembaga-lembaga lainya, kurang lebih 16 kali pendistribusian ke berbagai kecamatan atau kelurahan," kata Suhendar.
Dia menuturkan total air bersih yang telah disalurkan mencapai 122.200 liter.
Suhendar menuturkan, Kecamatan Lembursitu menjadi wilayah yang paling terdampak kesulitan air bersih di Kota Sukabumi. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah Kelurahan Cikundul.
Sebanyak 7.560 jiwa di Kecamatan Lembursitu tercatat terdampak kesulitan air bersih akibat kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Kota Sukabumi telah menyalurkan sebanyak 63.500 liter air bersih ke sejumlah titik terdampak di wilayah tersebut.
Suhendar menyatakan penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Dia menegaskan, penyaluran air bersih masih terus dilakukan karena sebagian warga hingga kini masih membutuhkan pasokan air.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!