VISI | Khadijah binti Khuwailid: Businesswoman Sukses yang Percaya pada Integritas
Oleh Nuslih Jamiat
- Dosen Prodi Adbis - Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Telkom University
- Center of Excellence for SHE(Halal), Telkom University
DI TENGAH hiruk pikuk pasar Makkah yang dipenuhi para pedagang laki-laki, seorang perempuan tengah memimpin rapat bisnis di rumahnya. Di hadapannya duduk para manajer yang akan membawa kafilah dagangnya ke Syam, Yaman, Persia, dan India. Ia bukan sembarang perempuan—ia adalah Khadijah binti Khuwailid, CEO perusahaan dagang internasional terbesar di Makkah. Skala bisnisnya bahkan disebut hampir setara dengan gabungan kafilah dagang seluruh suku Quraisy. Yang membuat Khadijah luar biasa bukan hanya kekayaannya, tetapi cara ia memilih mitra bisnis. Dalam dunia yang didominasi laki-laki dan penuh persaingan kotor, Khadijah punya prinsip yang unik: pilih mitra berdasarkan integritas, bukan hanya skill. Ketika ada seorang pemuda bernama Muhammad yang terkenal dengan julukan "Al-Amin" (yang terpercaya), meski belum pernah bekerja dengannya, Khadijah berani mempercayakan modal besar kepadanya untuk memimpin kafilah dagang ke Syam.
Keputusan berisiko ini ternyata tepat. Muhammad tidak hanya membawa pulang keuntungan berlipat ganda, tetapi juga menunjukkan integritas luar biasa—tidak mengambil sedikit pun yang bukan haknya, melaporkan setiap transaksi dengan jujur, dan memperlakukan semua pihak dengan adil. Inilah yang membuat Khadijah yakin: dalam bisnis jangka panjang, integritas lebih berharga dari skill. Dan pemuda itu kelak menjadi suaminya, Rasulullah Muhammad SAW.
Khadijah: CEO Perusahaan Dagang Internasional di Usia Muda
Khadijah binti Khuwailid lahir di Makkah pada tahun 556 Masehi (15 tahun sebelum tahun gajah) dari keluarga terhormat Bani Asad, suku Quraisy. Ayahnya, Khuwailid bin Asad, adalah pedagang kaya yang sangat disegani. Ibunya, Fatimah binti Zaidah, adalah wanita berparas cantik yang terkenal di seluruh Makkah. Kedua orang tuanya berasal dari keluarga terpandang dan menjunjung tinggi akhlak mulia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!