Melihat "Wajah Baru" Gedung Sate, Gasibu dan Monju

ED
PN
Selasa, 25 Agustus 2026 | 05:49 WIB
Bagikan
Melihat "Wajah Baru" Gedung Sate, Gasibu dan Monju

Kawasan Gedung Sate. /ist

VISI.NEWS — Kalau sudah lama tidak berjalan-jalan di kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu, mungkin sekarang saat yang tepat untuk datang lagi.

Ada pemandangan berbeda di salah satu ruang publik paling ikonik di Kota Bandung itu. Sekat-sekat yang selama ini membuat Gedung Sate dan Gasibu terasa sebagai dua kawasan terpisah mulai menghilang. Ruang terbuka di depan Gedung Sate dibuat lebih lapang, pandangan ke bangunan ikonik Jawa Barat itu semakin terbuka, sementara hubungan antara Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Gasibu, hingga Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat terasa semakin menyatu.

Perubahan tersebut terlihat jelas dalam video terbaru yang merekam kondisi kawasan Gedung Sate-Gasibu. Dari berbagai sudut, kawasan yang sebelumnya terasa terpotong oleh jalan, pagar, taman, dan elemen pembatas kini tampak lebih terbuka dan luas.

Bagi warga Bandung yang sudah bertahun-tahun mengenal kawasan ini, perubahan tersebut akan terasa cukup mencolok. Gedung Sate seperti mendapatkan halaman depan baru.

Dari arah Gasibu, fasad Gedung Sate kini terasa lebih menonjol. Pandangan tidak lagi terlalu banyak terhalang oleh elemen kawasan seperti sebelumnya. Ruang terbuka yang lebih luas membuat bangunan dengan ornamen tusuk sate di bagian puncaknya itu semakin mudah menjadi pusat perhatian. Inilah salah satu alasan mengapa kawasan ini layak dikunjungi kembali.

Bukan sekadar untuk melihat perubahan fisiknya, tetapi juga untuk merasakan bagaimana sebuah ruang kota yang sudah sangat akrab bagi warga Bandung mendapatkan pengalaman baru.

Bayangkan berjalan dari kawasan Gasibu menuju Gedung Sate tanpa lagi merasakan batas ruang yang terlalu tegas seperti sebelumnya. Ruang yang terbentang di antara keduanya terasa lebih menyatu.

Dulu, orang datang ke Gasibu untuk berolahraga, berjalan-jalan, menikmati suasana akhir pekan, atau sekadar mencari ruang terbuka di tengah kota. Gedung Sate berada di sisi lainnya dengan karakter yang lebih formal sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat. Kini, keduanya diarahkan menjadi satu kesatuan kawasan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.