Melihat "Wajah Baru" Gedung Sate, Gasibu dan Monju
Kawasan Gedung Sate. /ist
Jalan Diponegoro tetap memiliki fungsi sebagai jalur kendaraan. Namun, tata ruang di sekitarnya diubah agar hubungan antara Gedung Sate dan Gasibu semakin kuat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memang mengarahkan penataan tersebut untuk mengembalikan poros Gedung Sate-Jalan Diponegoro-Lapangan Gasibu sebagai satu sumbu kawasan.
Hasilnya mulai terlihat. Ruang terbuka terasa lebih panjang. Pandangan terasa lebih luas. Gedung Sate terasa lebih dekat. Gasibu pun seperti mendapatkan ruang tambahan untuk berinteraksi dengan kawasan di sekelilingnya. Penataan ini bukan sekadar mempercantik kawasan.
Halaman depan Gedung Sate disiapkan menjadi plaza baru. Sejumlah elemen lama, termasuk bagian paving, ubin, batu alam, dan lanskap, dibongkar untuk membentuk ruang yang lebih terbuka. Plaza tersebut nantinya tidak hanya menjadi halaman kantor pemerintahan.
Ruang itu dirancang agar dapat digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat sekaligus kegiatan resmi pemerintahan. Dengan demikian, kawasan Gedung Sate memiliki kesempatan untuk menjadi ruang publik yang lebih hidup. Bagi pengunjung, ini berarti semakin banyak alasan untuk datang.
Pagi hari, kawasan Gasibu sudah lama menjadi salah satu tempat favorit warga untuk berolahraga. Pada akhir pekan, suasananya berubah menjadi ruang pertemuan masyarakat. Ada yang berjalan santai, berlari, bersepeda, menikmati udara pagi, atau sekadar duduk dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Dengan penataan baru, pengalaman tersebut dapat diperluas hingga kawasan depan Gedung Sate. Pengunjung tidak hanya melihat Gasibu. Mereka dapat menikmati satu rangkaian kawasan yang menghadirkan ruang terbuka, Gedung Sate, dan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dalam satu pengalaman berjalan kaki. Bagi pencinta fotografi, perubahan ini juga menawarkan sudut pandang baru.
Gedung Sate selama ini menjadi salah satu objek foto paling populer di Bandung. Namun, latar dan ruang di sekitarnya ikut menentukan hasil sebuah foto. Ketika halaman depan dibuat lebih lapang, bangunan utama menjadi lebih dominan. Foto dari arah Gasibu dapat menghadirkan perspektif yang berbeda dibandingkan sebelumnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!