Melihat "Wajah Baru" Gedung Sate, Gasibu dan Monju
Kawasan Gedung Sate. /ist
Begitu pula ketika pengunjung bergerak mendekati Gedung Sate. Ruang terbuka yang semakin luas membuat bangunan bersejarah tersebut memiliki "panggung" yang lebih besar. Bagi keluarga, kawasan ini juga berpotensi menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu tanpa harus keluar jauh dari pusat kota.
Datang pagi, berjalan di Gasibu, menikmati suasana Gedung Sate, kemudian melanjutkan perjalanan ke kawasan sekitarnya dapat menjadi agenda sederhana untuk menikmati Bandung.
Apalagi kawasan ini berada di salah satu bagian kota yang memiliki banyak tujuan wisata dan kuliner. Artinya, kunjungan ke Gasibu dan Gedung Sate dapat dengan mudah digabungkan dengan agenda lain di pusat Kota Bandung.
Yang menarik, perubahan kawasan ini bukan berarti Gedung Sate kehilangan karakter lamanya. Justru sebaliknya. Bangunan bersejarah itu tetap dipertahankan sebagai ikon utama. Yang diubah adalah ruang di sekelilingnya agar keberadaan Gedung Sate semakin kuat. Ini membuat pengalaman melihat Gedung Sate menjadi berbeda.
Selama bertahun-tahun, warga Bandung mungkin sudah terlalu terbiasa melewati kawasan ini sehingga tidak lagi menyadari betapa pentingnya ruang di sekitarnya. Setelah sekat dan sejumlah elemen pembatas dikurangi, bangunan tersebut kembali terasa menonjol. Seolah-olah Bandung sedang memperkenalkan kembali Gedung Sate kepada warganya sendiri.
Penataan kawasan ini juga membawa gagasan yang lebih besar tentang bagaimana ruang publik seharusnya digunakan. Gedung pemerintahan tidak hanya menjadi tempat bekerja para pejabat. Kawasan di sekitarnya dapat menjadi ruang yang bisa dinikmati masyarakat. Gasibu tidak hanya menjadi lapangan. Ia dapat menjadi bagian dari lanskap kota yang menghubungkan masyarakat dengan salah satu ikon pemerintahan dan sejarah Jawa Barat.
Pemerintah Jawa Barat menyiapkan anggaran sekitar Rp15,82 miliar untuk pekerjaan plaza kawasan depan Gedung Sate-Gasibu. Area yang ditata mencapai sekitar 14.642 meter persegi. Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada April hingga Agustus 2026. Karena itu, perubahan yang sekarang terlihat bukan lagi sebatas gambar rancangan. Wujud fisiknya sudah dapat disaksikan langsung. Dan justru di sinilah daya tarik kawasan tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!