VISI | Harapan

Desi Rossilawati
Minggu, 9 Agustus 2026 | 17:30 WIB
Bagikan
VISI | Harapan

Masih Ada Cahaya

Setelah lebih dari tiga puluh lima tahun berada di ruang kelas, penulis memiliki alasan untuk tetap optimistis. Penulis melihat anak yang dahulu tidak berani berbicara kini mampu berdiri di depan banyak orang. Melihat anak yang dahulu takut matematika kini mampu menyelesaikan persoalan dengan caranya sendiri. Melihat anak yang dahulu sering gagal kini mampu bangkit. Melihat anak yang dahulu hanya menjadi pengikut kini berani menjadi pemimpin. 

Bukankah itu harapan? Harapan tidak selalu datang dalam bentuk kebijakan besar. Kadang ia hadir dalam senyum seorang peserta didik. Dalam tangan yang terangkat. Dalam pertanyaan yang kritis. Dalam keberanian mengatakan, "Pak, menurut saya itu kurang tepat." Dan guru menjawab, "Mari kita cari tahu bersama." Di situlah peradaban sedang dibangun.

Negeri ini mungkin belum sempurna. Masih banyak pekerjaan rumah. Masih ada tantangan ekonomi. Masih ada persoalan ketenagakerjaan. Masih ada pekerjaan besar di dunia pendidikan. Namun bangsa ini belum selesai. Jangan karena melihat banyak masalah, kita berhenti percaya. Jangan karena melihat kegaduhan, kita kehilangan kewarasan. Jangan karena melihat kesalahan orang lain, kita berhenti mendidik anak-anak. Justru di situlah tugas guru semakin penting. Ketika keadaan gelap, cahaya semakin diperlukan. Ketika banyak orang berteriak, diperlukan orang yang tetap mampu berpikir jernih. Ketika banyak orang kehilangan arah, diperlukan pendidik yang menunjukkan jalan. Dan ketika generasi muda bertanya apakah negeri ini masih layak diperjuangkan, guru harus mampu menjawab:

Negeri ini masih layak diperjuangkan. Bukan karena negeri ini sempurna. Tetapi karena di dalamnya masih ada anak-anak yang sedang tumbuh. Masih ada guru yang mengajar. Masih ada orang tua yang berdoa. Masih ada pemuda yang bermimpi. Masih ada manusia baik yang bekerja dalam diam. 

Selama semua itu masih ada, harapan belum mati. Tugas kita bukan menunggu negeri ini menjadi baik-baik saja. Tugas kita adalah ikut membuatnya menjadi lebih baik. Sedikit demi sedikit. Sekolah demi sekolah. Kelas demi kelas. Anak demi anak. Karena bisa jadi, Generasi Emas 2045 tidak sedang menunggu di masa depan. Mereka sedang duduk di depan kita hari ini. Dan tugas seorang guru adalah memastikan cahaya di mata mereka tidak pernah padam.**

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.