Trump Klaim Akan Kuasai Selat Hormuz dan Kenakan Pungutan 20%

Desi Rossilawati
Selasa, 14 Juli 2026 | 11:45 WIB
Bagikan
Trump Klaim Akan Kuasai Selat Hormuz dan Kenakan Pungutan 20%

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump./visi.news/

VISI.NEWS - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim Washington akan mengambil alih peran sebagai penjaga Selat Hormuz serta mengenakan pungutan sebesar 20 persen terhadap seluruh kargo yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut. Pernyataan itu disampaikan setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan Selat Hormuz akan tetap terbuka meski tanpa keterlibatan Iran. Ia juga menegaskan kembali kebijakan blokade terhadap Iran.

"Selat Hormuz terbuka, dan akan tetap terbuka, dengan atau tanpa Iran. Kami memberlakukan kembali blokade terhadap Iran," tulis Trump di Truth Social, dikutip Selasa (14/7/2026).

Trump mengatakan Amerika Serikat akan dikenal sebagai 'Penjaga Selat Hormuz' dan, menurutnya demi keadilan, akan menerima biaya sebesar 20 persen untuk seluruh kargo yang dikirim melalui jalur pelayaran tersebut.

Dalam pernyataan lainnya, Trump juga menegaskan militer AS akan terus melancarkan serangan terhadap Iran. Ia mengklaim kemampuan militer Teheran telah "hampir musnah" serta memperingatkan bahwa operasi militer akan terus berlanjut.

"Kita akan menguasai selat ini. Mereka tidak punya apa-apa," kata Trump.

Selain itu, Trump juga mengancam akan menghancurkan Gunung Pickaxe, kompleks bawah tanah di dekat fasilitas nuklir Natanz yang diyakini menjadi salah satu lokasi paling terlindungi di Iran.

Tidak lama setelah pernyataan tersebut, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya gelombang serangan malam ketiga secara berturut-turut terhadap sejumlah target di Iran. Sementara itu, media Iran melaporkan ledakan terjadi di Bandar Abbas, Pulau Kish, Qeshm, hingga Abu Musa. Di sisi lain, Teheran mengklaim telah membalas dengan serangan rudal jelajah dan drone yang menyasar sejumlah fasilitas militer AS di Kuwait, Bahrain, Yordania, Oman, serta kapal perang AS di kawasan Teluk.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.