Purbaya Pastikan Tarif Pajak Tidak Naik
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa./visi.news/
VISI.NEWS - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak dalam jangka menengah. Pemerintah memilih memperkuat penerimaan negara melalui strategi perluasan basis perpajakan.
"Mengenai strategi jangka menengah pemerintah untuk memperkuat basis penerimaan negara, dapat kami sampaikan bahwa dalam jangka menengah strategi perpajakan diarahkan pada perluasan basis tanpa semata-mata menaikkan tarif,” kata Purbaya menanggapi pandangan salah satu fraksi DPR RI saat Rapat Paripurna DPR ke-25 Masa Persidangan V di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Purbaya menjelaskan, perluasan basis perpajakan akan dilakukan dengan memanfaatkan data dan teknologi. Langkah tersebut diarahkan untuk menjangkau berbagai sektor ekonomi, termasuk ekonomi digital, shadow economy, serta sektor informal.
Selain sektor perpajakan, pemerintah juga akan memperkuat penerimaan negara dari bidang kepabeanan dan cukai. Upaya tersebut dilakukan melalui digitalisasi layanan dan pengawasan, peningkatan audit serta penindakan, hingga pemberantasan impor ilegal dan peredaran barang kena cukai ilegal.
Pemerintah tetap memastikan berbagai kebijakan penerimaan negara berjalan dengan mempertimbangkan iklim investasi, dukungan terhadap kegiatan ekspor, serta kelancaran aktivitas usaha.
Berdasarkan data pemerintah, realisasi penerimaan pajak nasional pada semester I 2026 mencapai Rp1.035,7 triliun atau 43,9 persen dari target APBN 2026. Capaian tersebut meningkat 24,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sebelumnya, Purbaya memperkirakan realisasi penerimaan pajak sepanjang 2026 akan mencapai Rp2.310,8 triliun atau sekitar 98,8 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.
Dengan proyeksi tersebut, penerimaan pajak diperkirakan mengalami kekurangan atau shortfall sekitar Rp46,9 triliun dari target APBN. Namun, angka tersebut lebih rendah dibandingkan shortfall penerimaan pajak pada 2025 yang mencapai sekitar Rp271 triliun.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!