Laba Naik, BBCA Tetap Jadi Sasaran Utama Aksi Jual Investor Asing

Desi Rossilawati
Kamis, 9 Juli 2026 | 15:02 WIB
Bagikan
Laba Naik, BBCA Tetap Jadi Sasaran Utama Aksi Jual Investor Asing

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)./visi.news/daily.

VISI.NEWS - Arus keluar dana asing atau capital outflow dari pasar saham Indonesia masih berlanjut setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan sejumlah saham Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu emiten yang paling terdampak oleh aksi jual investor asing.

PT Samuel Sekuritas mencatat nilai capital outflow mencapai Rp75 triliun sepanjang tahun berjalan atau year to date (YTD). Sementara itu, data Mirae Asset Sekuritas menunjukkan arus keluar dana asing telah mencapai Rp89,28 triliun.

Tekanan tersebut turut memengaruhi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih terkoreksi 32,08 persen sejak awal tahun akibat sentimen global dan domestik.

Wakil Direktur PT Samuel Sekuritas Suria Dharma mengatakan, BBCA menjadi saham dengan tekanan jual asing terbesar. Menurutnya, dana asing yang keluar dari saham BBCA diperkirakan mencapai lebih dari Rp30 triliun sejak awal 2026.

Besarnya bobot saham BBCA dalam berbagai indeks global menjadi salah satu alasan saham tersebut menjadi sasaran utama aksi jual investor institusi asing.

"Kalau year-to-date paling besar BBCA, BBCA itu karena bobotnya kan paling tinggi di indeksnya. Jadi banyak sekali fund yang memang mempunyai posisi sangat besar di BBCA. Year-to-date keluar kalau saya tidak salah Rp 30 triliun lebih ya, itu angka yang luar biasa ya," ujar Suria kepada Kompas.com, Kamis (9/7/2026).

Suria menegaskan, tekanan terhadap saham BBCA bukan disebabkan oleh penurunan fundamental perusahaan. Kinerja keuangan bank tersebut masih menunjukkan pertumbuhan positif.

BBCA mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp14,7 triliun pada kuartal I 2026. Angka tersebut meningkat 3,8 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,1 triliun.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.