Laba Naik, BBCA Tetap Jadi Sasaran Utama Aksi Jual Investor Asing
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)./visi.news/daily.
Secara kuartalan, laba bersih BBCA juga naik 3,8 persen dibandingkan kuartal IV 2025 yang mencapai Rp14,1 triliun.
Menurut Suria, faktor utama yang menekan harga saham BBCA adalah arus keluar dana asing akibat penyesuaian portofolio investor global.
"Tidak ada masalah dengan fundamental, laba bersih juga tumbuh masih bagus, semua-semua bagus. Tapi memang karena ini isunya ada flow asing, itu efeknya paling besar dari situ," paparnya.
Suria juga meminta regulator memperhatikan sejumlah catatan dari penyedia indeks global seperti MSCI, FTSE Russell, dan S&P Dow Jones Indices. Hal tersebut terutama berkaitan dengan aspek transparansi, free float, serta kebijakan pasar modal.
Ia menilai regulator telah menunjukkan kemajuan dalam meningkatkan transparansi bagi investor global. Namun, kebijakan baru diharapkan tidak membuat perusahaan Indonesia kehilangan peluang untuk tetap masuk dalam indeks internasional.
"Transparansi sudah dilakukan. Cuma yang saya pikir perlu diperhatikan adalah jangan membuat kebijakan yang akhirnya mendorong perusahaan-perusahaan yang sudah masuk indeks MSCI maupun FTSE justru dihapus dari indeks," pungkas dia.
Suria menilai regulasi pasar modal tetap diperlukan, tetapi penerapannya perlu mempertimbangkan dampak terhadap daya saing perusahaan Indonesia di pasar global.
"Bukan berarti peraturan itu harus dilanggar. Maksud saya, apakah memang aturan itu harus begitu ketat sehingga membuat beberapa perusahaan yang sudah masuk indeks akhirnya keluar. Padahal tujuan kita seharusnya adalah mendorong semakin banyak perusahaan Indonesia masuk ke indeks global," lanjut Suria.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!