Bigetron Juara MPL S17 Setelah Bungkam Onic
Pada laga Grand Final MPL S17 yang mengusung format Best of seven (Bo7), BTR mengalahkan Onic dengan skor 4-1./visi.news/tangkap layar akun Youtube MPL Indonesia.
VISI.NEWS | BANDUNG - Bigetron by Vitality akhirnya menuntaskan penantian panjang mereka di panggung Mobile Legends Professional League Indonesia. Dalam laga Grand Final MPL Season 17, Bigetron sukses mengalahkan Onic Esports dengan skor 4 banding 1 dan memastikan gelar juara pertama mereka sepanjang sejarah keikutsertaan di MPL Indonesia.
Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi Bigetron. Setelah pernah mencapai final pada MPL Season 7 tahun 2021 dan kalah dari Evos dengan skor 4 banding 2, Bigetron kini kembali ke laga puncak dengan wajah yang lebih matang, lebih tajam, dan lebih siap menghadapi tekanan besar. Hasilnya, mereka tidak hanya menang, tetapi juga tampil dominan atas salah satu tim paling kuat di scene Mobile Legends Indonesia.
Bigetron tampil dengan susunan pemain Shogun, Nnael, Morenooo, Finn, dan Emann. Sejak game pertama, mereka langsung menunjukkan intensitas tinggi. Onic yang diperkuat Lutpi, Kairi, Sanz, Kiboy, dan Kelra dibuat kesulitan membaca arah serangan Bigetron yang datang dari berbagai sisi.
Dalam konteks pertandingan final, kemenangan Bigetron bukan sekadar hasil dari permainan agresif. Mereka memperlihatkan kombinasi antara keberanian mengambil inisiatif, kesabaran dalam team fight, serta kemampuan menjaga tempo permainan. Hal ini terlihat jelas sejak game pertama ketika Bigetron menekan lane atas dan bawah, lalu menguasai objektif penting seperti lord. Game pembuka pun mereka amankan hanya dalam waktu sekitar 12 menit.
Pada game kedua, Onic sempat memberikan perlawanan lebih kuat. Pertandingan berjalan lebih seimbang dengan jual beli serangan yang cukup panjang. Onic bahkan mampu mengimbangi jumlah kill dan mendapatkan lord dalam beberapa momen penting. Namun, Bigetron menunjukkan ketenangan pada fase akhir pertandingan. Fight panjang yang menentukan akhirnya dimenangkan Bigetron, membuat mereka unggul 2 banding 0.
Game ketiga semakin memperlihatkan karakter Bigetron sebagai tim yang percaya diri. Mereka kembali mengambil inisiatif sejak awal melalui tekanan di lane tengah dan atas. Onic sempat mencoba bangkit dengan menghancurkan outer turret dalam waktu kurang dari lima menit, tetapi Bigetron tidak terpancing bermain terburu buru. Mereka menjaga momentum, menunggu waktu yang tepat, lalu memenangkan team fight dalam perebutan lord. Game ketiga berakhir sekitar menit kelima belas untuk kemenangan Bigetron.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!