Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026

ED
PN
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 15:31 WIB
Bagikan
Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026

Temuan data Pinhome terbaru kondisi sosial ekonomi masih bergejolak, tren hunian mendukung peningkatan kualitas hidup. /visi.news/ist

VISI.NEWS – Di tengah kondisi sosial ekonomi yang masih bergejolak sepanjang semester pertama 2026, pasar properti residensial Indonesia tetap menunjukkan daya tahan yang kuat. Meski laju niat membeli rumah mulai melambat, kebutuhan masyarakat terhadap hunian berkualitas masih tinggi. Bahkan, rumah kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat tinggal, tetapi telah bertransformasi menjadi simbol peningkatan kualitas hidup dan investasi jangka panjang.

Temuan tersebut terungkap dalam peluncuran Pinhome Indonesia Residential Property Market Report Semester I 2026 yang diperkenalkan dalam media talk show bertajuk "Tren Properti: Hunian Sebagai Simbol Peningkatan Kualitas Hidup" di Jakarta.

Laporan tersebut memotret berbagai perubahan perilaku konsumen, tren pasar, hingga dinamika pembiayaan properti yang berkembang di tengah tantangan ekonomi nasional.

Pasar Properti Tetap Tumbuh Meski Ekonomi Bergejolak

Pinhome mencatat kondisi sosial ekonomi yang masih dibayangi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), meningkatnya biaya hidup, serta kenaikan biaya konstruksi memengaruhi arah perkembangan pasar properti nasional.

Di sisi penawaran, jumlah inventori rumah tapak secara nasional masih mengalami pertumbuhan sebesar 5 persen pada Semester I 2026 dibanding semester sebelumnya. Namun pertumbuhan tersebut berjalan tidak merata karena dipengaruhi kondisi ekonomi dan kebijakan di masing-masing daerah.

Wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) seperti Samarinda dan Balikpapan mengalami perlambatan pertumbuhan inventori. Jika pada Semester II 2025 mampu tumbuh rata-rata 9,2 persen, kini hanya meningkat sekitar 4,5 persen akibat penundaan sejumlah proyek infrastruktur.

Sebaliknya, di Bali Selatan, rencana moratorium pembangunan membuat jumlah inventori di Kabupaten Badung justru turun sekitar 1,6 persen dibanding semester sebelumnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.