Homecare Jember Ubah Pola Layanan Kesehatan, Tenaga Medis Kini Datangi Rumah Warga 1 Aug 2026 Lepas Sambut Danbrigif 9 Kostrad, Gus Fawait Ajak Perkuat Sinergi Bangun Jember 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 VinFast Resmi Gebrak Filipina, Buka 21 Dealer Motor Listrik Sekaligus 1 Aug 2026 Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026 1 Aug 2026 Opening Festival Al Jabbar Digarap Maestro, Siap Guncang Jawa Barat! 1 Aug 2026 Tinta Emas KDS Membawa Pramuka Kabupaten Bandung Teladan di Jawa Barat 1 Aug 2026 Musda KNPI Jabar Tetapkan Bayu Umbara Sebagai Bakal Calon 1 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah Terkait TPPU 1 Aug 2026 Homecare Jember Ubah Pola Layanan Kesehatan, Tenaga Medis Kini Datangi Rumah Warga 1 Aug 2026 Lepas Sambut Danbrigif 9 Kostrad, Gus Fawait Ajak Perkuat Sinergi Bangun Jember 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 VinFast Resmi Gebrak Filipina, Buka 21 Dealer Motor Listrik Sekaligus 1 Aug 2026 Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026 1 Aug 2026 Opening Festival Al Jabbar Digarap Maestro, Siap Guncang Jawa Barat! 1 Aug 2026 Tinta Emas KDS Membawa Pramuka Kabupaten Bandung Teladan di Jawa Barat 1 Aug 2026 Musda KNPI Jabar Tetapkan Bayu Umbara Sebagai Bakal Calon 1 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah Terkait TPPU 1 Aug 2026

Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026

ED
PN
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 15:31 WIB
Bagikan
Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026

Temuan data Pinhome terbaru kondisi sosial ekonomi masih bergejolak, tren hunian mendukung peningkatan kualitas hidup. /visi.news/ist

VISI.NEWS – Di tengah kondisi sosial ekonomi yang masih bergejolak sepanjang semester pertama 2026, pasar properti residensial Indonesia tetap menunjukkan daya tahan yang kuat. Meski laju niat membeli rumah mulai melambat, kebutuhan masyarakat terhadap hunian berkualitas masih tinggi. Bahkan, rumah kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat tinggal, tetapi telah bertransformasi menjadi simbol peningkatan kualitas hidup dan investasi jangka panjang.

Temuan tersebut terungkap dalam peluncuran Pinhome Indonesia Residential Property Market Report Semester I 2026 yang diperkenalkan dalam media talk show bertajuk "Tren Properti: Hunian Sebagai Simbol Peningkatan Kualitas Hidup" di Jakarta.

Laporan tersebut memotret berbagai perubahan perilaku konsumen, tren pasar, hingga dinamika pembiayaan properti yang berkembang di tengah tantangan ekonomi nasional.

Pasar Properti Tetap Tumbuh Meski Ekonomi Bergejolak

Pinhome mencatat kondisi sosial ekonomi yang masih dibayangi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), meningkatnya biaya hidup, serta kenaikan biaya konstruksi memengaruhi arah perkembangan pasar properti nasional.

Di sisi penawaran, jumlah inventori rumah tapak secara nasional masih mengalami pertumbuhan sebesar 5 persen pada Semester I 2026 dibanding semester sebelumnya. Namun pertumbuhan tersebut berjalan tidak merata karena dipengaruhi kondisi ekonomi dan kebijakan di masing-masing daerah.

Wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) seperti Samarinda dan Balikpapan mengalami perlambatan pertumbuhan inventori. Jika pada Semester II 2025 mampu tumbuh rata-rata 9,2 persen, kini hanya meningkat sekitar 4,5 persen akibat penundaan sejumlah proyek infrastruktur.

Sebaliknya, di Bali Selatan, rencana moratorium pembangunan membuat jumlah inventori di Kabupaten Badung justru turun sekitar 1,6 persen dibanding semester sebelumnya.

Di tengah melonjaknya biaya pembangunan, banyak pengembang mulai mengalihkan fokus pada pembangunan rumah dengan ukuran yang lebih kecil agar tetap sesuai daya beli masyarakat.

Meski demikian, minat masyarakat terhadap hunian belum surut. Aktivitas pencarian rumah masih meningkat rata-rata 13 persen setiap bulan sepanjang Semester I 2026. Namun calon pembeli kini jauh lebih selektif sebelum mengambil keputusan.

Kawasan yang mendapat dukungan infrastruktur seperti Tol Jogja-Solo dan LRT Jabodebek mencatat peningkatan pencarian properti yang cukup signifikan. Selain itu, kebijakan pemerintah terkait hunian vertikal serta berbagai insentif fiskal turut memperkuat minat masyarakat terhadap rumah dengan harga lebih terjangkau.

Di sisi lain, rumah seken siap huni semakin diminati karena dianggap lebih efisien dibanding membangun rumah baru yang terdampak kenaikan biaya konstruksi.

Skema KPR Berubah, Rumah Kini Jadi Pusat Wellness

CEO & Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, mengungkapkan bahwa kenaikan BI Rate hingga 5,75 persen turut mengubah perilaku masyarakat dalam memilih pembiayaan rumah.

Menurutnya, pasar tidak mengalami pelemahan, melainkan sedang beradaptasi terhadap kondisi ekonomi.

"Perubahan arah kebijakan suku bunga mendorong masyarakat semakin selektif memilih skema pembiayaan rumah. Kami melihat aktivitas Take Over KPR kini mendominasi sekitar 60 persen pasar KPR," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada VISI.NEWS, Sabtu (1/8/2026).

Ia menjelaskan, permintaan KPR komersial masih didominasi rumah dengan harga Rp300 juta hingga Rp1 miliar yang mencapai sekitar 49 persen dari total permintaan. Sementara rumah dengan harga di bawah Rp300 juta menyumbang sekitar 21 persen.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa keinginan masyarakat memiliki rumah tetap tinggi, hanya saja mereka kini lebih aktif mencari solusi pembiayaan yang paling menguntungkan.

Menanggapi perkembangan tersebut, Institutional Relationship Department Head PT Bank Tabungan Negara (BTN), Yulia Fitri Nurman, menegaskan BTN terus memperkuat strategi *Beyond Mortgage*.

Melalui konsep tersebut, BTN tidak hanya menyediakan pembiayaan kepemilikan rumah, tetapi juga membangun ekosistem layanan keuangan yang mendukung kebutuhan nasabah dalam jangka panjang.

"Beyond Mortgage adalah komitmen BTN untuk memastikan pembiayaan rumah menjadi awal dari ekosistem layanan keuangan yang mendukung kebutuhan nasabah secara berkelanjutan," katanya.

Selain perubahan pola pembelian rumah, Pinhome juga menemukan perubahan besar dalam cara masyarakat memanfaatkan hunian.

Rumah kini berkembang menjadi pusat aktivitas keluarga, ruang kerja, tempat berolahraga, hingga area untuk menjaga kesehatan atau *wellness*.

Data Pinhome menunjukkan permintaan layanan Home Service meningkat tajam selama Semester I 2026.

Layanan Infal misalnya melonjak hingga 117 persen selama Ramadan dengan tingkat retensi pelanggan mencapai 21 persen pada kuartal kedua.

Sementara layanan Deep Cleaning meningkat dua kali lipat akibat cuaca ekstrem pada Januari, sedangkan layanan Body Care tumbuh 29 persen secara kuartalan.

Melihat perubahan tersebut, Pinhome menghadirkan layanan Pinhome Interior & Renovasi untuk membantu masyarakat meningkatkan kualitas hunian sesuai kebutuhan gaya hidup modern.

CEO Technogym Indonesia, Ardi Setiadharma, menilai rumah kini menjadi bagian penting dalam mendukung gaya hidup sehat.

Menurutnya, masyarakat mulai menyadari bahwa kesehatan merupakan aset paling berharga sehingga banyak yang merancang rumah dengan fasilitas kebugaran sejak awal.

"Home gym kini menjadi bagian dari perencanaan rumah, bukan lagi sekadar pelengkap. Kami menghadirkan solusi kebugaran yang dapat disesuaikan dengan berbagai ukuran hunian," jelasnya.

Hal senada disampaikan Head of MODENA Subscription, Lusty Aprian Balenguru.

Ia mengatakan masyarakat kini juga mulai beralih menggunakan layanan berlangganan berbagai peralatan rumah tangga dibanding membeli secara langsung.

Melalui MODENA Subscription, masyarakat dapat menggunakan berbagai perangkat rumah tangga seperti kulkas, pendingin ruangan, mesin cuci, kompor, water heater hingga *water purifier* dengan biaya bulanan yang lebih ringan, termasuk layanan perawatan dan servis tanpa biaya tambahan.

Temuan Pinhome menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi, rumah kini bukan hanya menjadi aset investasi, tetapi telah berkembang menjadi pusat aktivitas, kesehatan, kenyamanan, sekaligus simbol peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.