Trump Klaim Akan Kuasai Selat Hormuz dan Kenakan Pungutan 20%
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump./visi.news/
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas global, atau lebih dari 15 juta barel per hari, melintasi kawasan tersebut. Nilai perdagangan energi yang melewati Selat Hormuz diperkirakan mencapai sedikitnya US$1,2 miliar per hari atau sekitar Rp21,72 triliun dengan kurs Rp18.100 per dolar AS. Jika pungutan sebesar 20 persen benar-benar diterapkan, potensi penerimaan yang diperoleh AS diperkirakan mencapai sekitar US$250 juta atau sekitar Rp4,53 triliun per hari.
Meningkatnya konflik antara AS dan Iran turut memengaruhi pasar energi global. Harga minyak dunia dilaporkan melonjak lebih dari 9 persen dalam sehari, sementara aktivitas pelayaran di Selat Hormuz turun sekitar 52 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dunia sekaligus memperbesar risiko meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!