Trump Klaim Akan Kuasai Selat Hormuz dan Kenakan Pungutan 20%

Desi Rossilawati
Selasa, 14 Juli 2026 | 11:45 WIB
Bagikan
Trump Klaim Akan Kuasai Selat Hormuz dan Kenakan Pungutan 20%

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump./visi.news/

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas global, atau lebih dari 15 juta barel per hari, melintasi kawasan tersebut. Nilai perdagangan energi yang melewati Selat Hormuz diperkirakan mencapai sedikitnya US$1,2 miliar per hari atau sekitar Rp21,72 triliun dengan kurs Rp18.100 per dolar AS. Jika pungutan sebesar 20 persen benar-benar diterapkan, potensi penerimaan yang diperoleh AS diperkirakan mencapai sekitar US$250 juta atau sekitar Rp4,53 triliun per hari.

Meningkatnya konflik antara AS dan Iran turut memengaruhi pasar energi global. Harga minyak dunia dilaporkan melonjak lebih dari 9 persen dalam sehari, sementara aktivitas pelayaran di Selat Hormuz turun sekitar 52 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dunia sekaligus memperbesar risiko meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.