Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

Trump Kaget Banyak Warga Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

Desi Rossilawati
Senin, 6 Juli 2026 | 16:44 WIB
Bagikan
Trump Kaget Banyak Warga Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump./visi.news/AFP.

VISI.NEWS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku terkejut dengan besarnya jumlah warga yang menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ia menyebut sebelumnya mengira Khamenei tidak populer di kalangan masyarakat Iran.

"Saya terkejut. Saya pikir orang-orang membencinya," kata Trump kepada media Axios, dilansir Times Now World, Senin (6/7/2026).

Ia kemudian menambahkan, "Mungkin itu air mata palsu," merujuk pada para pelayat yang terlihat menangis dalam prosesi pemakaman.

Trump juga menyebut Iran menunjukkan keinginan untuk melanjutkan pembicaraan. "Mereka memohon untuk membuat kesepakatan," katanya. Ia menambahkan bahwa kedua pihak sepakat menunda negosiasi hingga rangkaian pemakaman selesai.

"Mereka semua ada di sana. Satu tembakan [dan kita bisa menyingkirkan mereka semua], tetapi kita tidak akan melakukan itu karena kemudian kita tidak akan punya siapa pun untuk diajak bernegosiasi," ujar Trump.

Ia juga menyampaikan bahwa tidak akan ada pihak yang melakukan serangan selama prosesi pemakaman berlangsung.

Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran dihadiri lautan pelayat dari berbagai wilayah. Kementerian Kesehatan Iran memperkirakan sekitar 15 juta orang ikut serta dalam rangkaian prosesi tersebut, sebagaimana dikutip kantor berita Tasnim.

Di sejumlah titik, pelayat yang mengenakan pakaian hitam meneriakkan slogan anti-Amerika dan anti-Israel, serta membawa poster berisi seruan dan tuntutan politik. Sementara itu, sebagian pejabat Iran menyatakan akan menuntut keadilan atas serangan udara yang menewaskan Khamenei pada Februari lalu.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.