Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur 27 Aug 2026 Lowongan Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Caranya 27 Aug 2026 Soroti Perlindungan Pemenang dan Kurator, Tonny Tesar Dorong Kepastian Hukum dalam RUU Pelelangan 27 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,723 Juta per Gram 27 Aug 2026 Soal Gempa NTT, Melchias Markus Mekeng Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Warga Rusak 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur 27 Aug 2026 Lowongan Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Caranya 27 Aug 2026 Soroti Perlindungan Pemenang dan Kurator, Tonny Tesar Dorong Kepastian Hukum dalam RUU Pelelangan 27 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,723 Juta per Gram 27 Aug 2026 Soal Gempa NTT, Melchias Markus Mekeng Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Warga Rusak 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026

Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata

ED
PN
Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:11 WIB
Bagikan
Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata

“Mari kita bangun peradaban ini dengan pendekatan kebudayaan,” ujar Dedi.

Dari Budaya ke Pariwisata

Jika gagasan tersebut diwujudkan secara bertahap, Pusat Kebudayaan Tionghoa dapat memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar gedung pertunjukan atau ruang pamer.

Kawasan tersebut dapat menjadi titik temu antara kebudayaan, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat. Pengunjung dapat belajar mengenai kebudayaan Tionghoa, menyaksikan pertunjukan, menikmati kuliner, membeli suvenir, sekaligus menjelajahi lingkungan sekitar.

Konsep tersebut sejalan dengan upaya membangun destinasi wisata berbasis pengalaman. Daya tarik tidak hanya berasal dari sebuah bangunan, tetapi dari keseluruhan kawasan dan aktivitas yang berlangsung di dalamnya.

Penataan akses menjadi penting karena kawasan yang mudah dicapai akan lebih berpeluang menarik wisatawan. Karena itu, gagasan mengenai penataan Gerbang Tol Pasir Koja, trotoar, lampion, penerangan, dan lingkungan permukiman menjadi bagian dari konsep yang lebih besar.

Kawasan tersebut juga berpotensi menjadi ruang pendidikan budaya. Generasi muda dapat mengenal lebih dekat sejarah dan kebudayaan Tionghoa sekaligus memahami bagaimana kebudayaan tersebut telah berinteraksi dengan budaya lokal.

Dengan demikian, pusat kebudayaan dapat berfungsi sebagai ruang edukasi sekaligus ruang rekreasi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.