Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja
VISI.NEWS - Sebanyak 99 persen anak muda Indonesia berharap pendidikan yang mereka jalani memberikan lebih banyak pemahaman mengenai cara dunia kerja beroperasi. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Pasifik yang mencapai 97 persen.
Temuan itu merupakan bagian dari studi Shaping Tomorrow’s Workforce – Asia Pacific Youth Insights, riset yang diinisiasi bersama oleh Federal Express Corporation (FedEx) dan Junior Achievement (JA) serta diterbitkan oleh JA Institute.
Studi tersebut melibatkan lebih dari 4.200 anak muda berusia 15 hingga 22 tahun di 10 negara dan wilayah di Asia Pasifik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 552 responden berasal dari Indonesia.
Riset ini menggambarkan pandangan generasi muda mengenai kesiapan menghadapi dunia kerja di masa depan, termasuk kemampuan praktis dan kewirausahaan, pemahaman terhadap perdagangan global, serta kesiapan menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Studi tersebut dirilis bertepatan dengan peringatan 20 tahun FedEx/JA International Trade Challenge (ITC), sebuah program kolaborasi yang berfokus pada pendidikan kewirausahaan dan perdagangan global bagi generasi muda di Asia Pasifik.
Sejak 2007, program tersebut telah menjangkau lebih dari 54.000 pelajar di kawasan Asia Pasifik. Para peserta mendapatkan pengalaman belajar yang berfokus pada perdagangan global sekaligus mengembangkan keterampilan bisnis, pemecahan masalah, dan kolaborasi lintas budaya.
Di Indonesia, kemampuan memecahkan masalah dan berpikir kritis menjadi keterampilan yang paling dianggap penting oleh responden untuk menghadapi dunia kerja dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.
Managing Director FedEx Indonesia Garrick Thompson mengatakan generasi muda Indonesia memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang kuat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!