Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja
President and Chief Executive Officer JA Asia Pacific Vivek Kumar mengatakan hasil studi menunjukkan adanya kebutuhan kuat dari anak muda untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja.
Menurut dia, tantangan tersebut menjadi semakin penting karena tingkat pengangguran anak muda di Asia Pasifik mencapai hampir 14 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat pengangguran orang dewasa.
"Kita tidak bisa berasumsi bahwa bakat saja akan cukup bagi anak muda untuk meraih kesuksesan. Mereka membutuhkan kesempatan untuk membangun keterampilan praktis, meningkatkan kepercayaan diri, dan memahami bagaimana dunia kerja terus berkembang," ujar Vivek.
JA Asia Pacific, kata Vivek, pada tahun lalu membantu lebih dari 5 juta anak muda mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja melalui dukungan sekolah mitra, guru, relawan, dan mitra korporasi.
Menurut dia, kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan organisasi kepemudaan diperlukan agar generasi muda memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan.
Temuan studi juga menunjukkan sejumlah area yang dapat menjadi fokus penguatan pendidikan dan program pengembangan keterampilan generasi muda.
Di antaranya adalah kemampuan menggunakan AI secara bertanggung jawab, menghadapi persoalan bisnis yang tidak terstruktur, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kelas ke dalam situasi nyata.
Program yang dipimpin industri dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal dinilai dapat membantu anak muda membangun kemampuan mengambil keputusan, beradaptasi, serta memahami dunia bisnis.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!